Pelembab

[Review] Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging Lotion

Hello dear readers!

Kali ini aku bahas Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging Lotion. Produk yang aku gunakan ini fungsinya untuk melembabkan wajah, walaupun ngga menyantumkan tipe kulit yang cocok menggunakan pelembab ini. Karena teksturnya lotion, aku rasa ini cukup ringan untuk kulit normal-berminyak dan berminyak.

Produk ini mengklaim 3 keunggulan bahan di dalamnya yaitu:

  1. Retinol derivate: Melawan tanda-tanda penuaan seperti garis-garis halus dan noda hitam, sehingga kulit tampak lebih muda.
  2. Kolagen: Mempertahankan tekstur dan elastisitas kulit.
  3. Improved Hyaluronic Acid (AcHA): Melembabkan kulit dua kali lipat dibandingkan asam hyaluronat biasa.
  4. (Oh ada keunggulan keempat juga ahaha padahal tulisannya tiga hehe) Menjaga elastisitas kulit sehingga tampak lebih lebih muda, halus, dan bercahaya.

Harap dicatat lho kata ‘tampak’-nya. ‘Tampak’ dan ‘menjadi’ itu dua kata yang berbeda makna lho, jadi jangan terlalu berharap semua bisa diselesaikan dengan ajaib hanya dengan pemakaian singkat dan satu produk aja.

Hada Labo Front
Botolnya terbuat dari plastik dan tutupnya fliptop. Isi bersih 100 ml
WP_20150716_058
Info manfaat, penggunaan produk, dan bahan-bahan pembuat produk. Tanggal kadaluarsa ada di bawah botol.

By the way, ada yang bilang kalau di Jepang toner itu lazim disebut dengan lotion. Awalnya, aku pikir oh mungkin ini diaplikasikan sebagai toner…tapi setelah melihat konsistensi lotion-nya yang terlalu kental, aku ngga yakin kalau ini diaplikasikan sebagai toner.

Biasanya, toner digunakan setelah membersihkan muka dan umumnya yang ada di Indonesia toner-nya lebih cair seperti air. Jadi, aku rasa lotion Hada Labo ini lebih tepat difungsikan sebagai pelembab.

Ingredients

Aqua, butylene glycol, glycerin, PEG-20, sorbitan isostearate, capric triglyceride, PPG-10 methyl glucose ether, metylparaben, triethanolamine, sodium hyaluronate, carbomer, hyrdoxyethylcellulose, tocopherol, hydrolyzed soy protein, Limnathes alba (meadowfoam) seed, hyrdolyzed collagen, BHT, dissodium EDTA, retinyl palmitate, Helianthus annus (sunflower) seed, sodium acetylated hyaluronate, thiotic acid, Zea mays (corn) oil, dan beta-carotene.

How To Use

Produk ini aku pakai setelah serum. Lotion ini udah cukup melembabkan makanya aku pakai sebagai pelembab di pagi dan malam hari. Selain itu teksturnya yang ringan cocok untuk kulit kombinasiku dibanding krim yang terlalu ‘berat’ dan berminyak.

Frekuensi aku pakai produk ini yaitu dua kali di pagi dan malam hari. Setelah pemakaian produk ini, aku ngga pakai produk apa-apa lagi kecuali kalau lagi pakai sleeping pack biasanya aku ngga pakai lotion ini.

Oh iya, sebenarnya juga semenjak pakai produk ini aku juga jadi agak jarang juga pakai serum, hmm…lebih karena merasa kondisi kulitku yang ngga terlalu bermasalah banget dan karena kandungan bahan-bahan di lotion ini menurutku udah cukup rich.

Verdict

Before using

Sebelum pakai produk ini, kondisi muka aku itu tipikal kombinasi; berminyak tapi kering di area non T-zone ditambah kulit wajah kelihatan kusam karena efek begadang. Nah, tambah pula ngga dirawat khususnya ngga dilembabkan.

Biasanya tipe kombinasi dan berminyak itu suka mikirnya “Ah ngga perlu lah pakai pelembab, kulitku udah berminyak juga!”, padahal ini adalah pikiran yang salah lho. Kulit juga tetap butuh untuk dilembabkan.

After using

Setelah pengaplikasian produk ini, aku ngerasa kulit jadi agak kesat. Kekesatan itu ngga bertahan lama, karena efek sesudah kesat itu adalah kulitku, khususnya zona T (kening dan hidung) yang berminyak, terasa halus.

Kondisi wajahku setelah aku tunggu 15–30 menit pemakaian, kulit aku terasa lembab. Enam bulan pertama setelah pemakaian produk ini, aku inget ada perubahan di kulit wajahku yaitu lebih dewy. Padahal kenyataannya aku lebih suka kulit matte sih yang halus dan betul-betul ngga ada kilapnya sama sekali hehe.

Sebagai penutup, produk ini mudah ditemukan di supermarket besar dan drugstore, jadi ngga perlu khawatir bakal susah stok produk ini. Sayangnya, karena masih ada unsur parabennya, aku masih mau coba cari pelembab lain yang teksturnya ringan seperti ini tapi tanpa paraben.

Repurchase?

Unfortunately no 🙁

See you on the next post!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.