Masker Wajah

[Review] Masker Tomat Taman Syifa-Serambi Botani

Hello dear readers!

Sebelumnya, bagian kulitku yang normal sempat ngerasain jadi ‘kulit kering’ tapi bagian yang berminyak ya tetep aja berminyak. Akhir tahun kemarin memang musim panasnya lama dan yang harusnya Oktober udah mulai hujan (kalau di Bogor ya) eh malah belum hujan saat itu. Bisa dibilang, faktor lingkungan esp. musim jadi faktor yang memengaruhi kondisi kulit.

Ngga beberapa lama juga kulitku pun balik normal-berminyak. Makanya, nyari lagi masker yang cocok sama tipe kulit normal-berminyak. Kayak yang kuceritain kemarin, aku udah repurchase masker Beauty In The Pot varian Green Tea Oat yang dikhususkan untuk kulit normal-berminyak.

Nah sebelum produk itu sampai di tangan, aku sempat nyoba masker lain. Masker Tomat Taman Syifa-Serambi Botani ini yang aku coba. Sebelum masker tomat, aku udah pernah nyoba masker-masker lainnya dari Taman Syifa yang diproduksi untuk Serambi Botani; masker wortel dan masker kacang hijau.

Masker Botani Tomat (Depan)
Bungkus-nya ramah lingkungan 🙂

Masker Botani (Dalam)

Satu produk isinya dua bungkus masker bubuk masing-masing untuk sekali pemakaian….well, tergantung ukuran muka juga .__.

Masker Botani Tomat (Belakang)
Info yang tertulis hanya mengenai manfaat, cara penggunaan produk, dan tipe kulit (cocok untuk semua jenis kulit lho)

Terus, kenapa milih varian tomat? Soalnya, kandungan lycopene pada tomat membantu mencerahkan muka dan memiliki kemampuan antioksidan serta antiinflamasi. Selain itu, tomat lebih cocok untuk kulit normal-berminyak ketika digunakan sebagai bahan masker.

Selaras dengan penjelasan tersebut, produk ini mengklaim mampu menghilangkan noda hitam & komedo, memperkecil pori-pori, mencegah serta menghilangkan jerawat. Makanya, aku pilih varian tomat 🙂  Terlepas dari itu semua, produk ini cocok untuk semua jenis kulit.

Aku beli produk ini seharga Rp 8.000,00 per paket (isi dua bungkus) di Serambi Botani, Botani Square Bogor. By the way, kalian bisa juga belanja produk-produk Serambi Botani secara online lewat Serambi Botani…kalau beli online harganya Rp 10.000,00 .___.

Ingredients

Sayangnya, bahan-bahan pembuat maskernya ngga dicantumin di sini. Aku udah cari sampai ke page tentang masker di online store-nya, tapi ngga nemu. Hiks.

How To Use

Produk ini dipakai setelah aku selesai scrubbing/exfoliating muka dengan face scrub atau exfoliator. Berhubung ini masker bubuk ya, jadi aku bikin ‘adonan’ maskernya dengan Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih, kalau pakai air biasa juga ngga apa-apa asalkan air bersih ya hehe.

Frekuensi aku pakai produk ini yaitu dua kali seminggu, sesuai dengan yang diinstruksikan produknya. Setelah pemakaian produk ini, aku lengkapi dengan pakai pelembab yang cocok untuk kulit normal-berminyak.

Oh iya untuk kalian yang sensitif sama aroma produk yang kalian pakai, produk ini begitu dibikin jadi ‘adonan’ masker punya aroma yang menurutku kurang enak. Bukan aroma kayak jamu atau aroma yang terlalu menyengat, susah juga sih deskripsiinnya tapi sayang banget aku kurang suka aromanya 🙁

Verdict

Before using

Kondisi mukaku normal-berminyak dimana bagian berminyaknya itu ada di area T-zone (dahi, hidung), dagu, dan sedikit di bagian pipi tepat di bawah area mata…yang deket hidung gitu (di bawah undereye zone). Selain itu, ada bekas jerawat juga sisa-sisa UAS.

Ada ngga sih kejadian di diri kalian kalau kecapekan banget ngaruhnya malah ke wajah, ada jerawat gitu? Hiks, aku sih iya 🙁

After using

Setelah pengaplikasian produk ini, aku ngerasa kulit jadi lembab tapi lembabnya samar-samar masih ada rasa berminyaknya. Jadi bisa dibilang masker ini mengurangi minyak berlebih di wajah, tapi engga sampai tahap bikin kulit terasa ‘tertarik’ dan kering gitu.

Satu hal yang kelihatan setelah pemakaian adalah bagian pipi bawah undereye zone yang berminyak dan pori-porinya kelihatan banget jadi poreless! Iya, pori-porinya yang awalnya melebar, kemudian jadi mengecil.

Eiits, tapi kondisi itu ngga bertahan lama setelah aku tunggu satu jam pemakaian. Kulitku jadi berminyak lagi di daerah T (kening dan hidung) dan bagian pipi di bawah kantung mata cuma ngga sebanyak yang sebelumnya. Bisa dikatakan, masker ini membantu mengontrol minyak.

Terus kenapa baru dua kali pakai udah langsung berhenti?

Hiks, aku emang ngga tahan aroma maskernya aja.
Seriusan deh kalau aku jadi bosnya Serambi Botani, aku bakal minta produsen maskernya a.k.a Taman Syifa buat do something tentang aromanya. Kecuali kalau kalian ngga terlalu mempermasalahkan aroma, I do suggest you to try this product.

Repurchase?

Unfortunately, no 🙁

See you on the next post!

 

 

4 Komentar

  1. Hai^^aku jg pake yg wortel dan kacang ijo. Yang wortel baunya kyk wortel busuk 🙁 tp karena efeknya di mukaku bagus jd aku pingin repurchase lagi. The mung bean one smells quite good tho but the result is just so-so in my opinion.
    Great review by the way 😉

    1. Hai Ovira!
      Iya aku setuju beberapa masker Serambi Botani baunya ada yang ndak enak. Berhubung aku tipikal yang “Tahan-aja-baunya-yang-penting-kulit-sehat” jadi aku tahan-tahan aja but for this one, sadly I can’t stand the smell -_-
      Terima kasih untuk komennya, maaf baru balas baru buka blog lagi huhu

  2. Halo!

    Saya Amanda, mahasiswa Sekolah Bisnis IPB. Saat ini, saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Strategi Customer Relationship Management (CRM) dalam Upaya Peningkatan Penjualan pada Serambi Botani”.

    Sepertinya kakak masuk ke dalam kriteria responden saya, saya mohon kesediaannya untuk meluangkan waktu dan mengisi kuisioner yang dapat di akses melalui link berikut ini:

    https://bit.ly/SurveySerambiBotani

    Mohon bantuannya yaa. Terima kasih atas kesediaannya! 😊🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.