Pelembab Pembersih Wajah Serum Wajah

[Review] Wardah White Secret Series (Essence Serum, Day Cream, Night Cream, Facial Wash, Exfoliating Scrub)

Hi, hello!

Sebelumnya, aku sudah selesai membahas perawatan harian dan mingguan apa saja yang aku gunakan untuk menyelesaikan masalah di muka (noda dan bekas jerawat). Nah, aku pengen deh tarik pengalamanku lebih ke belakang sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan produk-produk tersebut.

Aku sempat mencoba rangkaian ini selama dua bulan (Oktober—Desember awal di 2016) hingga ahirnya aku berpikir untuk “Oke, harus cari produk lain ini mah,” pada beberapa produk dan “Fix, bakal balik pakai produk ini” pada dua produk dari rangkaian ini.

Yup, betul banget, ada beberapa produk dari rangkaian ini yang malah bikin mukaku jadi memerah dan ujung-ujungnya bruntusan sehingga memaksa aku untuk balik ke produk yang biasa kupakai sebagai transisi (Wardah Purifying Moisturizer Gel dan Olay White Radiance Serum).

Nah, berikut adalah beberapa produk-produk yang aku gunakan dari rangkaian Wardah White Secret Series. Tentu saja aku ngga pakai semua, contohnya toner dan lotionnya ngga aku beli. Karena saat itu, aku sudah punya toner yang sedang kugunakan. Untuk lotion, well… aku ngga butuh-butuh banget, apalagi pas aku tahu itu exfoliating lotion gitu. Hmm, jadi aku pikir mending beli scrubnya aja deh.

p_20180310_112634_vhdr_on2080330837.jpgDari kiri ke kanan: Exfoliating scrub, facial wash, serum, krim malam (jar), krim pagi (mini tube)

Harap maklum kalau kemasan produknya agak menguning (apalagi cap si serumnya… itu sih udah menguning banget), soalnya aku punya produk ini sejak Oktober 2016 dan aku ngga buang hingga sekarang karena aku bingung harus buangnya gimana terutama yang kemasannya kaca begini (serum dan krim malamnya).

Jujur, aku paling menghindari yang namanya asal buang apalagi kemasan yang mengandung bekas produk kosmetik begini. Harusnya setiap brand terkhusus yang sudah punya store tersendiri gitu bisa menyediakan opsi untuk recycling seperti The Body Shop yang punya fasilitas pengembalian kemasan (dapat poin lagi hehe).

Apalagi Wardah sudah punya Wardah Beauty House, nah mungkin bisa banget nih Wardah menyediakan fasilitas untuk pengembalian kemasan di cabang-cabang Wardah Beauty House-nya… kan tagline Wardah: Earth, Love, Life 🙂

Nah, karena aku pakai produk ini ngga begitu lama, jadi mohon maklum kalau aku rangkum semuanya dalam satu post saja ya. Oh iya untuk mengingatkan lagi, ada dua produk yang sudah berapa kali aku re-purchase saking aku merasa cocok dengan produk tersebut. Nah produk-produk apa aja itu? Yuk, baca di bawah ini hehe.

  1. Wardah White Secret Facial Wash

Tekstur dari pembersih wajah ini seperti gel. Ketika produk ini dicampur dengan air, dia ngga terlalu begitu berbusa. Untuk wanginya sendiri, menurutku cukup kuat wanginya jadi harap sedikit berhati-hati untuk yang agak sensitif dengan wewangian di produk perawatannya.

Produk pembersih wajah begitu pemakaian selama seminggu langsung aku berhentiin pakai. Kenapa? Bikin bruntusan? Nope, sama sekali ngga bikin bruntusan atau kemerahan kok. Aku cuma kurang suka dengan efek setelah produk ini dibilas pasca pemakaian yang terasa licin.

Aku mencoba untuk bertahan selama seminggu membersihkan muka dengan produk ini. Akhirnya, aku ketemu caranya supaya ngga licin yaitu dengan membilas muka sekali pakai air hangat sesudah dengan air biasa. Bisa juga pakai waslap yang sudah dibasahi dengan air hangat.

Terus, kenapa ngga dilanjutin pakai produk ini? Pertama, ribet. Bayangin, dua kali sehari membersihkan muka dan harus siapin waslap plus air hangat (yup, kecuali di wastafelmu ada keran air hangat). Walaupun punya banyak persediaan waslap, tapi waslap yang sudah basah karena air itu kan harus dicuci dan dikeringkan lagi.

  1. Wardah White Secret Essence Serum

Serum yang sangat, sangat, thick alias kental konsistensinya. Jadi, saat aku pakai selama di Bogor yang cuaca saat Oktober-Desember 2016 itu lumayan ‘plin-plan’ (panas-hujan-panas) malah bikin kulitku berminyak dan ada rasa ‘berat’-nya ibarat seperti pakai produk perawatan berlapis-lapis.

Aku curiga serum ini sangat lama menyerapnya dalam kulit jadi setelah percobaan pertama penggunaan produk ini, aku langsung menggunakannya cuma satu tetes saja untuk seluruh muka.

Nah, kabar baiknya nih, serum ini justru melembabkan kulitku banget banget selama musim gugur di New York dan Boston. Yup, pertengahan Oktober hingga awal November aku pergi ke US untuk keperluan lomba.

Saat itu, cuaca di Boston hampir menyentuh -10°C dan aku cuma bisa berharap kulitku ngga jadi kering. Aku sempat mikir kalau kekentalan serum ini akan membantu kulitku jauh dari kekeringan. And, guess what, it works, woohoo!

Jujur, jadi ngerasa senang dan di satu sisi ngerasa “Fix selama di sini, serum ini harus dihabisin”, ya habisnya kalau sudah balik ke Indonesia… aku ngga yakin bakal bisa habis ngga nih produk dengan segala kekentalannya yang prone bikin kulitku malah jadi berminyak :’)

Jadi, cukup jelas ya kenapa aku ngga lanjutin pemakaian produk ini: konsistensi serumnya terlalu kental untuk kulitku sampai pada tingkat rawan bikin kulit jadi berminyak.

On the other side, serum ini ngga bikin kulitku bruntusan dan, seperti klaimnya, serum ini memang bikin kulitku cerah. Apalagi selama di Boston aku memadukan penggunaan serum ini dengan day cream alias krim paginya, aku merasa kulitku jadi cerah dan terhidrasi dengan baik walaupun cuacanya bener-bener bikin kulit kering.

Mungkin Wardah mesti promosi ke negara-negara empat musim deh buat promosiin serum ini deh, habis bagus banget bikin kulit ngga kering hehe. Mungkin untuk menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia yang sebagian besar panas dan cerah terus, konsistensi serumnya bisa dibuat lebih encer jadi lebih gampang meresap tanpa harus ada efek lengket dan berminyak gitu.

  1. Wardah White Secret Exfoliating Scrub

Tekstur dari scrub-nya ngga terlalu kasar, malah butirannya menurutku lembut. Sayangnya, saat produk ini dibilas dengan air setelah selesai aku eksfoliasi, aku merasa produk ini kasih efek licin yang sama dengan produk pembersih wajahnya. Jadi, aku butuh waktu yang cukup lama untuk membilas produk ini sampai ngga lagi terasa efek licinnya.

Nah, hal yang bagus dari produk ini adalah: aku sudah re-purchase dua kali produk ini hehe.

Yup, di antara produk dari rangkaian Wardah White Secret ini, produk eksfoliasi ini aku suka banget pakainya karena:
1) Butiran scrub-nya cukup lembut di kulitku
2) Ada efek cerah setelah pemakaian ini di kulit (Mungkinkah karena ada kandungan glutathione-nya? Agak ngga yakin karena kandungan si gluta ini berada di urutan paling akhir dalam daftar bahan-bahannya sih)

Sayangnya, produk ini mengandung SLS (sodium laureth sulfate) dan paraben. Jujur, aku bisa memaklumi kalau penggunaan bahan-bahan tersebut pastinya sudah melewati uji dermatologis, dan aku juga ngga pakai produk ini tiap hari banget kan seharusnya ngga akan terlalu bahaya untuk kulit.

Hanya saja, saat ini aku sedang berusaha untuk sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan bahan-bahan tersebut di produk-produk perawatan yang kupakai apalagi produk yang penggunaannya setiap hari.  Jadi, mungkin setelah tube kedua ini (sambil diselang-seling Emina Apricot Jam Face Scrub), aku mungkin akan beralih ke produk eksfoliasi lain.

4. Wardah White Secret Day Cream

Wardah Day Cream ini juga salah satu produk dari rangkaian ini yang aku repurchase sampai lima kali. Oke, keseluruhan repurchase-nya pun dalam bentuk mini tube karena menurutku lebih ringkas dan gampang dibawa kemana-mana ketimbang beli kemasan jar-nya.

Tekstur krimnya terlihat thick alias kental banget, padahal begitu diulas hasilnya bagus dan terasa ringan. Bagus banget karena mudah diulas ke kulit muka, ngga berat, dan kasih efek matte pada kulit. Jadinya, kalau aku pakai bedak setelah pakai krim ini, kulit jadi terasa lebih mulus.

Sebagai kesimpulan, kenapa menurutku produk ini bagus banget di antara produk Wardah White Secret lainnya:

– Ringan dan mudah menyerap
– Ngga bikin kulit berminyak
– Kasih efek matte di kulit setelah pemakaian
Naikin tone kulit, jadi bisa digunain untuk efek tone-up instan pada kulit yang kusam
Ada SPF-nya dong! ^^ SPF-nya 35 PA +++

  1. Wardah White Secret Night Cream

Kebalikan dari krim paginya yang aku suka dan cocok untuk kulitku yang saat itu kombinasi (normal-berminyak), krim malam ini memiliki konsistensi yang sangat kental. Hasilnya, ketika krim ini dipakai di kulitku, dia meninggalkan efek berminyak.

Selain itu, aku harus nunggu lama banget agar krim ini meresap ke kulit. Nah, karena itu aku ngga bisa pakai krim ini banyak-banyak padahal kan pengennya kalau malam hari itu pakai krim malam yang selain merawat kulit tapi juga melembabkan.

Awalnya, aku pikir okelah aku tinggal akalin dengan pakai krimnya ngga banyak dan usahain ngga terlalu banyak kena bagian kulit yang rawan berminyak. Sayangnya, aku mengalami bruntusan dalam seminggu pemakaian. Lebih ngga enaknya lagi, ada beberapa bagian kulit yang jadi memerah dan ada yang meradang seperti kalau kita akan jerawatan. 🙁

Akhirnya, aku stop penggunaan krim ini dan sayang banget karena masih tersisa banyak. Jadi, aku pakai untuk mengembalikan kembali warna kulit kakiku yang belang. Lumayanlah, hitung-hitung melembabkan kulit kaki yang kering kan :’)

Selesai sudah review super singkat ini karena ya sebagian besar produknya ngga kupakai lagi, bahkan produk yang aku repurchase juga hanya exfoliating scrub-nya yang masih aku pakai… itu pun karena ya mau habisin produknya. Nah, gimana tanggapan kalian tentang rangkaian White Secret dari Wardah ini? Yuk, bisa banget sharing komennya di bawah ini 🙂

See you on the next post!

7 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.