Essence

[Review] Secret Key Starting Treatment Essence

Hi, hello!

Kali ini aku bakal bahas Secret Key Starting Treatment Essence dari Korea. Esens ini cukup banyak digemari para penggemar esens yang berkulit normal-berminyak dan berminyak karena teksturnya yang ringan dan ngga meninggalkan kesan lengket di wajah.

Tapi, masa sih cuma karena dua hal itu saja? Tentunya, faktor bahan utama yang jadi highlight dari produk ini adalah galactomyces. Apa itu galactomyces dan kenapa sih Secret Key banyak yang suka? Yuk langsung aja kita bahas ūüôā

p_20180310_105415_vhdr_on_17455696674558229528.jpg
                       Secret Key Starting Treatment Essence

Fungsi dan Klaim Produk

Esens yang dengan kemasan botol kaca ini mengklaim fungsinya untuk menjaga efek pelembaban pada kulit dan merevitalisasi ritme kulit.

Mungkin maksud dari merevitalisasi ritme kulit itu adalah memperbaiki ritme dari aktivitas biologis dari kulit itu sendiri. Seperti sel-sel pada bagian tubuh lainnya, sel-sel kulit kita yang membentuk jaringan kulit memiliki waktu biologisnya. Contoh paling gampang, proses regenerasi sel-sel kulit umumnya butuh waktu 28 hari.

Bahan

Air, glycerin, galactomyces ferment filtrate, butylene glycol, arbutin, aloe barbadensis leaf juice (daun lidah buaya), rh-oligopeptide-1, dimethicone, ekstrak bunga Chamomilla reticulata (bunga chamomile), ekstrak Centella asiatica (pegagan), ekstrak daun Camellia sinensis (teh), ekstrak buah Physalis alkekengi (bunga lampion), ekstrak akar Acanthopanax senticosus (ginseng Siberia), ekstrak jamur Ganoderma lucidum, akar ginseng Panax, ekstrak velvet, eksktrak Cordyceps sinensis (jamur ulat), ekstrak Hamamelis virgiana (Witch Hazel), ekstrak Oryza sativa (beras), ekstrak Portulaca oleracea (krokot/gelang), ekstrak buah Zanthoxylum piperitum (lada Szechuan), adenosin, phenoxyethanol, disodium EDTA.

Fyuuhh… banyak banget ekstrak-ekstrak tumbuhan yang digunakan dalam produk ini. Berdasarkan info dari¬†SkinCarisma, sebagian besar bahan-bahan dari ekstrak tumbuhan ini fungsinya sebagai¬†skin conditioning¬†alias punya efek melembabkan kulit.

Seperti biasa, urutan bahan yang dituliskan menunjukkan seberapa banyak porsi/kandungan bahan tersebut di dalam produk ini. Karena esens ini menonjolkan bahan utamanya, Galactomyces, jadi ngga heran kalau si Galactomyces ada di urutan ketiga awal.

Esens ini mengandung arbutin yang berfungsi untuk mencerahkan kulit. Esens ini juga mengandung adenosin yang berfungsi untuk mencegah penuaan. Sayangnya, adenosin berada di urutan ketiga terakhir yang dapat dinilai kurang dominan jumlahnya dalam esens ini.

Aku bakal bahas dua bahan khusus yang bisa dibilang ‚Äėmenarik perhatian‚Äô dari produk ini yaitu galactomyces ferment filtrate (GFF) dan rh-oligopeptide-1:

1) Galactomyces ferment filtrate (GFF)
Galactomyces ferment filtrate merupakan hasil dari fermentasi beras oleh suatu kapang dari genus Galactomyces. Si GFF ini kaya asam amino, vitamin, mineral, dan asam organik yang baik bagi kulit karena tentu saja kandungan tersebut menutrisi kulit kita.

Manfaat GFF yang sudah teruji secara in vitro (diuji pada media percobaan) pada sel-sel epidermal (jaringan kulit paling atas) yaitu mampu meningkatkan laju ekspresi caspase-14 pada tahap diferensiasi akhir sel-sel epidermal. Efeknya? Filtrat galactomyces membantu kulit terlindungi dari kekeringan, efek dari stres lingkungan contohnya seperti udara berpolusi, debu, radikal bebas (yang umumnya dari sinar matahari/ultraviolet) (Hattori dkk. 2010).

Kerennya lagi nih, GFF juga mampu mengurangi produksi melanin yang menyebabkan penggelapan kulit dimana efek ini terlihat pada sel-sel (Woolridge dkk. 2014).

2) rh-oligopeptide-1
Oligopeptida merupakan molekul protein berukuran kecil. Singkatan rh pada nama molekul ini bermakna bahwa molekul ini berasal dari sel-sel manusia hasil rekombinasi (recombinant human cells). Maksudnya adalah sel-sel dari tubuh kita dikultur dan direkombinasi secara in vitro agar menghasilkan molekul ini.

Nah, rh-oligopeptida-1 juga dikenal sebagai epidermal growth factor (EGF) alias molekul faktor yang memicu pertumbuhan jaringan epidermis (jaringan kulit paling atas). Fungsi rh-oligopeptida-1 dalam tubuh kita yaitu sebagai molekul sinyal sel yang mampu menstimulasi pertumbuhan, pembelahan, pembaharuan, dan diferensiasi sel.

Kebayang ya gimana fungsinya molekul ini untuk jaringan kulit kita. Melalui penelitian oleh Cohen yang diganjar hadiah Nobel pada tahun 1986, molekul rh-oligopeptida-1 ini secara signifikan mampu menstimulasi pembelahan sel-sel di jaringan epidermis.

Lebih lanjut lagi nih, melalui penelitian oleh Schouest dkk. di tahun 2012, penggunaan serum yang mengandung rh-oligopeptida-1 pada kulit menunjukkan secara signifikan adanya pengurangan tampilan garis-garis halus, rhytids, dan ukuran pori-pori peningkatan pada tekstur kulit, serta berbagai kondisi dyschromatic. Hasil penelitian tersebut tampak pada sebulan pemakaian dan bagusnya lagi menunjukkan tren peningkatan hasil selama masa penelitian tersebut di lakukan (tiga bulan).

Produk Apa yang Dipakai Sebelumnya?

Produk yang kupakai sebelumnya secara multilayer (diaplikasikan ke kulit lebih dari satu kali) yaitu Imju Hatomugi Skin Conditioner.

Lama Pemakaian

Masuk ke bagian yang kita tunggu-tunggu hehe. Aku menggunakan produk ini dari bulan Maret hingga Mei 2018. Menurutku, ini penggunaannya selama dua bulan cukup boros sih. Kenapa? Karena aku ngga cuma menggunakan produk ini secara multilayer (sebanyak tiga kali tiap pagi dan malam), tapi juga sebagai cotton sheet mask.

Oh iya, kenapa aku juga pakai ini di malam hari? Karena, esens ini ringan banget dan ngga bikin kulit terasa lengket setelah pemakaian. Malahan, tiap kali aku pakai essence ini tuh berasa seperti kasih ‚Äėminum‚Äô ke kulit saking ini bikin kulit segar dan dingin kalau dipegang.

Tentunya, menerapkan 7 skin method dengan esens ini membantu kulitku siap menerima produk yang digunakan selanjutnya. Pada selang waktu penggunaan esens ini, produk yang aku gunakan sesudahnya yaitu The Body Shop Drops of Youth Concentrate (pre-serum) dan The Body Shop Oils of Life (day gel-based moisturizer dan intensive sleeping cream).

Efek Setelah Pemakaian Rutin

Hasil yang tampak setelah penggunaan produk ini selama Maret-Mei (2 bulan) yaitu T-zone jadi tidak terlalu berminyak, kulit jadi lebih cerah, dan tekstur kulit semakin halus. Sebenarnya, hasil ini kurang lebih sama seperti Imju Hatomugi Skin Conditioner. Bedanya adalah hasil seperti T-zone tidak terlalu berminyak dari esens ini cukup tahan lama seharian dibandingkan dengan Imju Hatomugi Skin Conditioner.

Untuk hasil kulit cerah sendiri aku ngga bisa bicara banyak, karena aku merasa kulit cerah itu karena terhidrasi dengan baik. Dengan kata lain, selama aku rajin terapin 7 skin method atau cotton sheet mask pastinya kulitku akan terjaga kelembabannya.

Jadi, menurutku hasil yang aku dapatkan ini sesuai dengan klaim dari produk ini yaitu menjaga efek pelembaban. Kenapa? Karena kulit yang terjaga kelembabannya ngga akan rawan berminyak dan tentunya jadi tampak cerah.

Nah, tapi apakah semua produk toner atau esens bisa melakukan hal tersebut? Buatku pribadi sih engga. Karena, seperti yang aku bilang, toner atau essence yang cocok untuk 7 skin method ini harus bertekstur ringan jadi ngga meninggalkan efek lengket di kulit yang malah bikin penggunaan produk-produk skin care selanjutnya jadi ngga gampang terserap.

Dari hasil pengalaman menggunakan produk ini secara dua bulan, aku merasa kalau produk ini memang cocok untuk 7 skin method karena teksturnya yang ringan dan ngga meninggalkan kesan lengket.

Gimana dengan klaim satunya lagi, merevitalisasi ritme kulit? Well… berhubung ngga ada parameter yang jelas juga untuk mengukur maksud dari revitalisasi ritme kulit. Jadi, maaf ya aku ngga bisa jelasin juga untuk klaim yang satu ini nih.

Oh iya selama penggunaan esens ini aku ngga menemukan reaksi tertentu seperti iritasi, gatal, apalagi break out.¬† ūüôā

Kesimpulan

1) Produknya bekerja sesuai dengan klaimnya ngga?
Untuk klaim tentang menjaga efek pelembaban dari produk ini, aku merasakan hasilnya yang tampak dari T-zone jadi tidak terlalu berminyak, kulit lebih cerah, dan halus dengan catatan produk ini aku gunakan dengan 7 skin method tiap pagi dan malam sebelum menggunakan serum dan pelembab.

Untuk klaim tentang merevitalisasi ritme kulit, aku tidak memastikan melalui hasil yang tampak di kulitku karena sebenarnya aku sendiri juga cukup bingung parameter apa ya yang bisa kupakai untuk membuktikan klaim ini.

2) Ada reaksi tertentu seperti iritasi, gatal, break out, dll? Nope! ūüôā

3) Bakal beli lagi apa ngga? Yes!
Hal yang bikin aku memutuskan untuk membeli esens ini lagi karena teksturnya yang ringan dan ngga meninggalkan efek lengket setelah pemakaian.

Tentu aja tekstur aja ngga cukup, efek yang aku dapatkan dari produk ini juga bikin aku memutuskan untuk beli lagi. Adanya Galactomyces ferment filtrate (GFF) yang kaya nutrisi untuk kulit dan berada pada urutan ketiga dari daftar produk ini menandakan kalau kandungannya cukup dominan di produk ini. Tentunya, produk ini bisa jadi alternatif pilihan yang bagus buat aku yang ‚Äėpenasaran‚Äô dengan GFF ini.

Hanya aja, aku mungkin bakal beli varian terbaru dari Secret Key STE ini yang Rose Edition. Kalau aja Secret Key ini punya counter resmi gitu, lumayan kan ngga usah kitanya ribet beli online hehe. Tapi, bersyukur banget sudah ketemu online shop terpercaya yang jadi andalan untuk beli Secret Key ini.

Mungkin, sambil menimbang-nimbang Secret Key STE Rose Edition ini, aku bakal coba beberapa esens lokal… karena percaya ngga percaya, beberapa merek lokal kita juga udah mulai melirik hype dari facial treatment essence. Yay!

Beli Dimana dan Harganya Berapa?

Aku beli ini di Miss Lie Collection dengan harga Rp 265.000,00. Aku beli di online shop itu setelah baca sana-sini tentang online shop terpercaya dan ngga ribet (ready stock gitu) produknya Secret Key STE ini.

Gimana tertarik buat cobain Secret Key Starting Treatment Essence?
Atau mungkin sudah pernah cobain sebelumnya dan mau sharing gimana efeknya? Yuk, lanjut sharing di kolom komentar ūüôā

See you on the next post!

Referensi
Hattori, K., A. Nakajima, A. Date, H. Tamura. 2010. Effects of galactomyces ferment filtrate on epidermal barrier marker caspase-14 in human skin cells. Journal of the American Academy of Dermatology 62(3) Suppl. 1: AB54.

Schouest, J.M., T.K. Luu, R.L. Moy. 2012. Improved texture and appearance of human facial skin after daily topical application of barley produced, synthetic, human-like epidermal growth factor (EGF) serum. Journal of Drugs in Dermatology 2012: 613-620.

Woolridge, J.N., A. Koshoffer, A.L. Kadekaro, R.R. Wickett, R.E. Boissy, T. Hakozaki. 2014. Galactomyces ferment filtrate reduces melanin synthesis and oxidative stress in normal human melanocytes. Journal of the American Academy of Dermatology 70(5) Suppl. 1: AB57.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.