Essence

[Review] Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Hi, hello!

Balik lagi dengan review hari ini masih tentang essence…sampai besok pun juga hehe. We love weekly thematic reviews, don’t we? Namanya juga sudah dekat akhir tahun, jadi ada beberapa produk-produk yang cukup lama kupakai (lebih dari 1 bulan, bahkan ada yang sudah setahun hehe) dan aku pikir pas untuk dibahas karena lebih mantap gitu untuk dinilai apakah produknya beneran bekerja apa ngga.

Kali ini aku bahas produk dari….

p_20181028_145648_12130437980382319593.jpg
Say hello to Wardah Pure Treatment Essence 🙂

Nah, ada yang berbeda dari produk yang aku bahas hari ini. Apakah itu? Yaudah, lanjut aja baca di bawah hehe…

p_20181028_145045_1552777293416985408.jpg
Essence yang melengkapi ‘keluarga’ White Secret-nya Wardah

Fungsi dan Klaim Produk

p_20181028_145122_17332112207937272674.jpg
Kebaca ya tanggal kadaluarsanya di kemasan doff plastik ini (ngga harus khawatir takut pecah hehe)

Produk ini mengklaim untuk membantu mengembalikan fungsi alami kulit sehingga kulit terasa lebih kenyal, lembab, dan mudah menerima segala kebaikan nutrisi alam. Menurut produk ini, klaim tersebut didapat dari Skin Awakening System yang digunakan dalam Wardah White Secret Pure Treatment Essence ini. Nah, Skin Awakening System ini merupakan kombinasi dari bahan-bahan yang diklaim oleh Wardah sebagai bahan-bahan yang advanced technology. Hmm… se-advanced apa ya memangnya? Nah, lanjut kita bahas bahan-bahan di essence ini.

Bahan

Aqua, niasinamida, dipropylene glycol, glycereth-26, methyl gluceth-20, glycerin, phenoxyethanol, butylene glycol, xanthan gum, disodium EDTA, sodium metabisulphite, ekstrak Leontopodium alpinum (bunga edelweiss), ethylhexylglycerin, sodium hyaluronate, lecithin, adenosine, asam sitrat, ekstrak buah Actinidia polygama (kiwi), sodium benzoate, potassium sorbate

Essence ini memiliki niasinamida (niacinamide) yang bermanfaat untuk mencegah penuaan dan mencerahkan kulit (Matts & Oblong, 2002). Bagusnya lagi, niasinamida ini berada tepat di urutan kedua dalam daftar bahan-bahan essence ini. Dengan kata lain, kandungan niasinamida ini cukup dominan di dalam essence ini. Selain itu, essence ini juga mengandung ekstrak bunga edelweiss dan buah kiwi. Waktu aku baca bahwa essence ini mengandung ekstrak bunga edelweiss, aku jadi keingat dengan pre-serum The Body Shop Drops of Youth Concentrate yang menggunakan ekstrak bunga edelweiss sebagai salah satu highlight dari bahan yang digunakan. Nah, ekstrak bunga edelweiss ini diklaim membantu kulit tetap lembab, sedangkan ekstrak buah kiwi yang mengandung vitamin C membantu untuk mencerahkan kulit. Sayangnya, kedua ekstrak tersebut tidak berada di urutan awal dari bahan-bahan yang digunakan sehingga kandungan keduanya kurang dominan pada essence ini.

Selain niasinamida yang punya manfaat untuk mencegah penuaan, ada juga adenosin dengan manfaat yang sama. Adenosin ini membantu mengurangi tampilan garis halus yang ada di bawah mata dan juga di garis senyum (Abella, 2006). Sayangnya, adenosin berada di urutan lima terahkhir dari daftar bahan yang digunakan dalam essence ini. Jadi, ya kurang dominan gitu jumlahnya. Fyuuh, pengen banget tulisan selanjutnya aku bahas niasinamida dan adenosin karena kedua bahan tersebut umum ditemukan pada produk-produk skin care yang fokus utamanya untuk mencegah penuaan seperti menghilangkan garis halus dan meningkatkan tekstur kulit.

Untuk kalian yang gampang komedoan, aku rasa perlu hati-hati dengan beberapa bahan dari kelompok glycol seperti dipropylene glycol dan butylene glycol. Apalagi dipropylene glycol ini berada pada urutan ketiga yang menandakan dominan jumlahnya dalam produk ini. Dipropylene glycol umumnya dipakai sebagai pelarut/solvent dalam suatu produk skin care. Butylene glycol juga dipakai sebagai solvent, selain itu juga sebagai skin conditioning dan humectant yang membantu kulit menjadi lembab. Umumnya, kedua bahan tersebut memang berpotensi komedogenik alias menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan timbulnya komedo karena sebum/minyak terperangkap dan tidak bisa keluar dari pori-pori dengan baik. Menurut tingkat/rating dari Environmental Working Group (EWG), kedua bahan ini masih tergolong dalam tingkat 1 jadi masih aman kok.

Untuk kalian yang berkulit sensitif, aku rasa juga perlu hati-hati dengan kandungan phenoxyethanol yang berada di urutan-urutan awal (urutan ke-7) dari essence ini.

Oh iya, kalian bisa banget lho baca uraian keamanan bahan dari essence ini di SkinCarisma 🙂

Produk Apa yang Dipakai Sebelumnya?

Produk essence yang aku pakai sebelumnya adalah Secret Key Starting Treatment Essence. Walaupun aku memang ngerasa cocok dengan Secret Key STE, sayangnya aku sedikit kesusahan dengan lama waktu yang dibutuhin untuk produk itu sampai ke rumah. Pertama kali aku beli Secret Key STE, waktu yang dibutuhin sampai produk itu sampai ke rumah itu hampir dua minggu. Seingetku, hal itu karena produknya sempat ngga ready stock dan sempat butuh beberapa hari untuk nunggu karena produknya pas mau datang. Intinya, selama Secret Key ini belum buka cabang di Indonesia (kaya Innisfree, The Face Shop, The Skinfood gitu), ya fix aku mesti beli lewat online shop.

Nah, sambil mikir-mikir perlu ngga ya aku stick ke Secret Key STE ini, aku mulai melirik essence lokal yang harapannya kalau cocok, yaudah aku bakal pakai essence lokal aja. Kenapa? Tentu aja karena ngga susah gitu lho kalau mau re-purchase. Makanya, waktu aku tahu Wardah keluarin Pure Treatment Essence dari rangkaian White Secret (pernah aku bahas satu rangkaiannya di sini). Aku langsung mikir kenapa ngga coba, mana ini produk lokal kan jadi ngga bakal susah cari essence ini karena hampir dijual dimana-mana gitu. Harga essence Wardah ini pun juga memang lebih murah (Rp 130.000,00 untuk 100 ml) dibandingkan Secret Key STE (Rp 265.000,00 untuk 150 ml).

Yaudah, setelah melihat komposisi bahannya dan tes essencenya di kulit tangan (ngga di muka soalnya udah pakai pelembab, sunscreen, dan bedak huhuhu), aku ngerasa oke… kayanya teksturnya agak sedikit kental dibandingkan Secret Key STE. Tapi, waktu aku selesai tepuk-tepuk essencenya di kulit tangan, aku ngga merasa ada efek lengket dan ngerasa kulit tanganku jadi lembab (kulit tanganku memang gampang kering). Justru karena hal itu, aku sedikit agak maju-mundur waktu mau cobain essence ini karena aku kepikiran kulit mukaku yang normal-berminyak ini. Mungkin essence ini bakal oke di bagian kulitku yang normal, tapi aku ngga bisa yakin dengan area kulitku yang berminyak (T-zone, pipi dekat hidung, dagu).

Walaupun pada akhirnya, setelah mendaki gunung kekhawatiran lewati lembah keraguan, aku beli juga dengan keyakinan: Ya, kalau ngga cocok, seengganya bisa jadi essence buat lembabin tangan .-.

Efek Setelah Pemakaian Rutin
I tried to love this but I can’t 🙁

Jadi, aku menggunakan produk ini cuma dua minggu (aku beli ini pertengahan Juni kemarin). Sayangnya, itu pun aku ngga full dua minggu karena ada jeda aku ngga pakai essence ini. Kenapa? Karena, kulitku langsung menunjukkan reaksi kemerahan khususnya di daerah yang T-zone. Ngga cuma kemerahan aja, tapi juga ada sensasi gatal-gatal sedikit. Aku awalnya mikir kalau reaksi ini bisa jadi karena serum dan/atau pelembabku yang kupakai setelah essence ada ngga cocok dengan bahan di essence. Jadi, aku coba stop pakai essence ini untuk redain kemerahannya, kemudian aku coba pakai essence ini lagi dengan setelahnya aku pakai serumku dulu untuk lihat masih bakal ada kemerahan dan/atau gatal-gatal lagi ngga. Hasilnya ngga ada reaksi kemerahan ataupun gatal. Nah tuh ya, aku kan ngga mau langsung ambil kesimpulan kalau si essence ini ngga cocok dengan pelembabku, jadi aku cobain lagi kali itu aku cuma pakai essence dan pelembab. Sama aja, ngga ada reaksi kemerahan ataupun gatal.

Bingung kan, jadi sebenarnya ini kenapa sih?

Akhirnya, setelah aku coba-coba ingat lagi, pelembabku itu walaupun super ringan di kulitku yang normal-berminyak tapi terbuat dari seed oil. Bisa jadi kulitku udah ‘ngerasa’ terlalu berat kalau ditambah lagi harus pakai pelembab karena serumku cukup kental teksturnya dan begitu juga dengan essence ini ngga bisa dibilang ringan gitu (agak sedikit kental) kalau dibanding dengan Secret Key Starting Treatment Essence. Sebenarnya aku ngga masalah sih dengan tekstur essencenya, karena waktu awal aku coba testernya sebelum beli aku mikir seengganya essence bisa bantu untuk hidrasi kulit kalau lagi males pakai pelembab sesudahnya pakai serum.

Oh iya, kulitku ngga break out muncul jerawat-jerawat kecil gitu kok selama pemakaian produk ini baik dari percobaan pertama maupun kedua. Jadi, sebenarnya sayang juga sih kalau ngga dipakai. Tapi, gimana ya? Sampai saat ini aku masih merasa essence ini kurang baik terserap ke kulit dan rawan bikin kulit malah jadi berminyak kalau kalian punya produk-produk skin care yang teksturnya agak kental. Walaupun aku coba pakai essence ini sendiri aja pun, aku masih merasa agak lama essence ini terserap. Jadi, aku merasa secara umum essence ini kurang cocok dipakai untuk di-layer berulang-ulang ke kulit seperti teknik Korean 7-skin method yang hits itu.

Nah, kabar baiknya nih essence ini cocok deh buat kalian yang sering beraktivitas di ruangan yang ber-AC karena aku coba pakai essence ini di lab (sebelum masuk lab tentunya dan kalau lagi di ruangan staf beresin data setelah dari lab). Karena teksturnya yang agak kental itu ya, essence ini kalau dipakai di ruangan ber-AC rasanya kaya seperti kasih barrier atau pelindung kulit yang bikin kulitku jadi ngga yang berasa kering banget.

“Tapi, apa ngga ribet bawa satu botol kaya gitu kemana-mana?”

Tentu aja ngga dong hehe, kan isi essence-nya aku pindah ke botol semprotan kecil gitu. Terniat? Emang hehe, kita mesti pinter-pinter manfaatin produk yang sekiranya masih bisa dipakai kan selama itu ngga bikin breakout dan cocok-cocok aja buat kulit. Botol semprotan kecil ini bisa dicari dimana-mana kok. Aku sendiri beli botol semprotan kecil itu di Guardian. Praktis sih, jadi bisa siap selalu melembabkan kulit di ruangan ber-AC kapan aja hehe.

Oh iya, berhubung aku juga ngga mau kebuang gitu essencenya tapi bingung juga karena ngerasa kurang sreg (lama terserap ke kulit), akhirnya aku coba pakai essence ini untuk capsule sheet mask (bisa dibeli di Daiso atau di Miniso). Caranya, basahin dulu sheet mask-nya dengan air (usahakan air bersih seperti air minum), baru tuang essence ke sheet mask. Nah, karena targetku adalah gimana caranya supaya ini essence ngga sia-sia, jadi kadang aku tuang essence-nya ngga pakai mikir hehe. Jokes aside, aku tuang essence-nya sekitar 6-7 drop gitu… hmm, kenapa? Biar cepet habis ._.

Apakah dengan pemakaian essence ini membantu kulitku tampak cerah? Ingat, aku cuma pakai essence ini sebagai pengganti face mist (kalau di ruangan ber-AC) dan sebagai essence untuk DIY sheet mask. Aku merasa dengan penggunaan seperti itu, aku ngga menemukan kulitku tampak lebih cerah setidaknya untuk efek instan cerah begitu ngga ada. Mungkin kalau benar-benar dipakai sehari-hari, essence ini bisa jadi akan membantu untuk mencerahkan kulit seperti klaimnya. Sejauh ini, aku cuma bisa bilang kalau essence ini ngga menunjukkan hasil yang mencerahkan kulit.

Kesimpulan

1. Produknya bekerja sesuai klaim ngga?
Sayangnya, untuk klaim kulit yang kenyal dan lembab, aku ngga mendapatkan hal itu dari essence ini. Lebih lagi, klaim tentang essence ini membantu kulit siap menerima kebaikan dari nutrisi alam, well… what exactly is that? Apakah menerima manfaat dari bahan-bahan alami yang ada di essence ini (yang sejujurnya kalau dibilang hanya dua bahan alami seperti ekstrak bunga edelweiss dan buah kiwi)? Please do elaborate Wardah. Sayangnya juga, essence ini agak lama terserap di kulit sehingga ngga heran ada efek agak lengket di kulit. Jadi, menurutku essence ini kurang cocok untuk di-layer berulang-ulang. Oh iya, untuk kelembaban, aku ngga merasa essence bantu menghidrasi kulitku. Mungkin Wardah harus coba perbaiki tekstur dari essencenya agar mudah terserap oleh kulit.

Walaupun berasal dari rangkaian White Secret yang fokus utamanya adalah untuk mencerahkan kulit, aku ngga menemukan hasil itu di kulitku. Tetapi, karena produk ini juga mengklaim fungsi untuk mencerahkan kulit, jadi aku memang dari awal ngga berharap banyak menggunakan essence ini untuk mencerahkan kulit.

2. Ada reaksi tertentu seperti iritasi, muncul jerawat (break out), kemerahan, gatal, dll?
Ada! Lebih tepatnya, kemerahan pada T-zone dan sedikit gatal 🙁
Hanya aja saat aku coba pakai essence ini aja kemudian dilanjut dengan pakai serum tanpa diikuti dengan pakai pelembab setelah serum, aku ngga mendapati reaksi-reaksi itu lagi.

3. Bakal beli lagi ngga?
Sayangnya, engga. 🙁
Please banget Wardah, you need to fix how this essence would be absorbed well into the skin. Soalnya sayang banget ngga sih, kandungan niasinamida di essence ini tuh berada di urutan kedua yang mana artinya kandungannya dominan gitu lho.

Beli Dimana dan Harganya Berapa?
Aku beli ini di Wardah Beauty House Bogor. Harga yang aku ingat untuk bayar essence seukuran 100 ml ini yaitu Rp 130.000,00. Sangat terjangkau untuk seukuran essence wajah 🙂
Well, that’s all for today.
See you on the next post!
Referensi
Abella, M.L. 2006. Evaluation of anti-wrinkle efficacy of adenosine-containing products using the FOITS technique. International Journal of Cosmetic Science 28(6): 447-51.
Matts, P. & J. Oblong. 2002. A review of the range of effects of niacinamide in human skin. IFSCC Magazine 5(4): 285-9.
 
 

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.