Toner

[Review] Good Virtues Co. Brightening Toner

Hi, hello!

Sebelumnya aku sudah bahas tentang pembersih muka Good Virtues Co. Kali ini, aku bahas tentang tonernya yang kubeli barengan dengan pembersih mukanya di Guardian. Nah, si toner ini juga mengandung minyak biji jintan hitam/habbatussauda dan akar punarnava. Ada juga lho bahan alami lainnya yang digunakan dalam produk ini, penasaran? Yuk, lanjut baca bahasannya ๐Ÿ™‚

Untuk fotonya menyusul ya, karena belum sempet difoto nih botolnya.

https://cf.shopee.co.id/file/2a3e953d08421b4e5f2c88f4be423b08
(Sumber: Good Virtues Co. )

Klaim

Produk ini berfungsi tidak hanya sebagai toner namun juga sebagai facial mist. Produk ini mengklaim mampu merawat dan menyegarkan kulit, meningkatkan hidrasi/kelembaban pada kulit hanya dengan sekali semprot (yup, produk ini dilengkapi dengan pump untuk mengeluarkan produknya), membantu kulit untuk meningkatkan elastisitas alaminya yang keseluruhannya tersebut dikarenakan kandungan minyak biji jintan hitam, asam hyaluronat, dan essens toning (yang ngga disebutin dari senyawa atau bahan apa). Selain klaim tersebut, produk ini juga mengklaim mampu untuk mencerahkan kulit karena adanya kandungan ekstrak Himalayan alami/natural Himalayan (alias akar punarnava).

Bahan

Air, butylene glycol, ekstrak jamur Fomes officinalis, PEG-40 hydrogenated castor oil, sodium lactate, propanediol, ekstrak akar Boerhaavia diffusa, tetrasodium EDTA, minyak biji jintan hitam/black seed (Nigella sativa), fragrance, sodium hyaluronate, panthenol, phenoxyethanol, ethylhexylglycerin, benzyl salicylate, butylphenyl methylpropional, limonene, linalool

Nah, ada tiga bahan alami yang digunakan dalam toner ini nih.

  1. Ekstrak jamur Fomes officinalis

    Quinine conk (Fomes officinalis) (Sumber: Steph Jarvis )
    Fomes officinalis dikenal juga sebagai jamur trunk rot karena memang ditemukan pada batang pohon dan menyebabkan pohon yang terinfeksi oleh jamur ini menjadi layu. Jamur ini awalnya dianggap memiliki kemampuan yang sama seperti kina (quinine) karena rasanya yang sangat pahit, namun setelah diteliti ternyata ngga ada hubungannya antara rasanya yang sangat pahit itu dengan kemampuan antimalaria yang dimiliki kina. Penggunaan ekstrak jamur Fomes officinalis ini di dalam produk skin care yaitu untuk mengurangi tampilan kulit mengilap dan meningkatkan tampilan kulit yang lebih baik (Sandewicz dkk., 2003). Mengurangi tampilan kulit yang mengilap bisa diartikan sebagai tampilan kulit yang tidak terlalu berminyak, sedangkan meningkatkan tampilan kulit yang lebih baik bisa diartikan sebagai kulit yang lebih halus dan segar.
  2. Ekstrak akar punarnava (Boerhaavia diffusa)
    Purnarava/Cakaran (Boerhaavia diffusa) (Sumber: India Biodiversity)

    Aku sudah bahas lengkap tentang bahan ini di sini. Tumbuhan ini kalau di Jawa dikenal dengan cakaran yang dimanfaatkan daunnya sebagai herbal. Ekstrak akar purnarava memiliki kemampuan antioksidan sehingga baik untuk memerangi senyawa radikal bebas yang mampu mengakibatkan penuaan dini.

  3. Minyak biji jintan hitam/habbatussauda/black seed (Nigella sativa)
    Aku sudah bahas lengkap tentang bahan ini di sini. Singkatnya, minyak biji jintan hitam memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antiinflamasi (antiperadangan), antibakteri, dan agen imunomodulator yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh.

Untuk bahan-bahan yang mungkin perlu diwaspadai bagi yang berkulit sensitif atau yang sedang menghindari beberapa bahan tertentu seperti fragrance dan butyl methylpropional yang sama-sama berfungsi sebagai pewangi dalam produk ini. Oh iya mungkin bakal ada juga yang tanya, ada alkoholnya ngga ya? Well… phenoxyethanol yang ada dalam produk ini merupakan sejenis alkohol aromatik yang umum digunakan sebagai pengawet dalam produk skin care dan kosmetik. Nah, si phenoxyethanol ini biasanya digunakan bersamaan dengan ethylhexylglycerin dalam komposisi bahan suatu produk skin care, kenapa? Supaya, spektrum kerja keduanya lebih efektif sebagai pengawet yang menjaga agar produk tidak rusak/spoiled akibat mikroba. Selain itu, keberadaan alkohol dalam hal ini si phenoxyethanol ini ngga terlalu masalah banget karena posisinya pun ada di urutan keenam terakhir dengan kata lain kandungannya ngga terlalu dominan sehingga ngga berpotensi mengiritasi kulit juga.

Produk yang Digunakan Sebelumnya

Toner yang kugunakan sebelumnya adalah The Body Shop Aloe Calming Toner.

Lama Penggunaan

Aku mulai menggunakan produk ini di bulan Agustus 2018. Sebenarnya, aku beli toner ini juga karena aku ngerasa kurang cocok dengan finishing The Body Shop Aloe Calming Toner yang menurutku bikin kulitku berasa licin seperti kalau kamu bersihin muka pakai sabun terus masih ada licin-licin dikit. Nah, jadinya The Body Shop Aloe Calming Toner itu aku hanya pakai setiap aku selesai maskeran dengan clay mask, karena lumayan membantu kulitku jadi ngga terlalu kering beres dimaskerin dengan clay mask.

Karena pembersih wajahku juga habis, jadi ya aku pikir kenapa engga untuk mencoba tonernya sekalian juga. Sebenarnya agak gambling juga mencoba produk ini karena ngga ada tester-nya, jadi kurang tau bakal seperti apa setelah digunakan pada kulit. Apakah bakal berasa licin juga kah seperti The Body Shop Aloe Calming Toner itu? Atau malah bikin kulit terasa kesat?

Efek Setelah Penggunaan

Aku menggunakan toner ini setelah mencuci muka. Bagusnya, toner ini seperti apa yang aku harapkan dari toner yang dipakai setelah cuci muka: ngga kasih efek licin atau pun efek kesat/terlalu kering ke kulit. Toner ini mengklaim manfaatnya untuk mencerahkan muka kan, apakah betul bisa mencerahkan? Aku ngga menemukan efek itu hanya dengan memakai toner ini saja. Tentu saja, tidak ada juga efek instan mencerahkan setelah menggunakan toner ini. Selama menggunakan toner ini pun, kulitku ngga bereaksi yang aneh-aneh seperti kemerahan, gatal-gatal, atau reaksi sensitif lainnya.

Oh iya, toner ini kan mengklaim kalau dia bisa digunakan sebagai facial mist gitu kan, jadi aku baru sempat buktiin fungsinya sebagai facial mist tanggal 15 Desember saat penerbangan pagi dari Jakarta ke Surabaya. Aku pede saja menggunakan toner ini sebagai facial mist karena ya itu tadi, kulitku ngga bereaksi aneh-aneh selama aku gunakan toner ini. Memang penerbangan Jakarta-Surabaya itu cuma 1,5 jam, tapi aku harus berangkat dari rumah jam 2 pagi karena jadwal penerbangannya jam 5 subuh, nah udara AC di mobil sampai di pesawat pun sukses bikin kulitku kering karena itu aku coba semprotin facial mist ini ke mukaku. Aku cuma butuh dua kali semprot dan selanjutnya aku tepuk-tepuk ke muka supaya tonernya meresap.

Apakah si toner yang digunakan sebagai facial mist ini sukses untuk melembabkan kulit? Ya, tapi aku merasa harus menepuk-nepuk si toner ini setelah aku semprot kenapa? Karena, kalau toner ini kubiarin mengering sendiri atau setidaknya setengah kering gitu alias masih basah-basah sedikit, efeknya malah kulitku jadi terasa lengket gitu. Makanya, tiap beres semprot toner ini, aku langsung tepuk-tepuk kulit biar bantu cepat meresap.

Ini beda banget dengan facial mist seperti Avene dan Evian yang biasa kugunakan. Dengan Avene dan Evian, aku hanya perlu menunggu beberapa puluh detik saja sampai kulit terasa ngga terlalu basah baru kemudian kutepuk-tepuk… dan ini dua-duanya ngga ninggalin efek seperti terasa lengket. Ditepuk-tepuk tanpa harus ditunggu kering pun juga sama, ngga bikin kulit terasa lengket.

Kenapa bisa beda efeknya begitu? Mungkin, faktor lubang spray-nya juga berpengaruh ya. Aku rasa hasil semprotan Avene dan Evian itu lebih halus (kalau dibandingin lagi semprotan Avene lebih halus dari Evian). Dengan kata lain, butir-butir air yang dikeluarkan lebih kecil dan mungkin itu yang bikin airnya jadi lebih gampang meresap ke kulit tanpa meninggalkan efek lengket?

Nah, kalau toner Good Virtues Co. ini sepertinya punya lubang spray yang agak besar ketimbang Avene dan Evian ya. Setiap aku semprotkan si toner ini ke muka, berasa muka langsung basah seperti kalau lagi memercikkan air ke muka dengan tangan. Oke, mungkin analoginya agak aneh ya, tapi intinya aku merasa sebasah itu kalau semprotin toner ini ke muka…. makanya paling banter cuma semprot dua kali saja.

Ngomong-ngomong tentang klaim toner ini yang membantu untuk meningkatkan kelembaban, aku merasa klaim ini betul adanya kalau produk ini difungsikan sebagai facial mist ya, bukan sebagai toner yang cuma dipakai sekali selesai cuci muka. Menurutku ini karena adanya sodium hyaluronat seperti yang tertulis di daftar bahan, walaupun dalam keterangan klaimnya menyebutkan kandungan asam hyaluronat. Nah, lho bingung โ€˜kan? Jadi, bedanya apa nih? Sebenarnya, ngga ada bedanya sih, sodium hyaluronat itu bentuk garam dari asam hyaluronat yang keduanya dapat bekerja untuk menahan molekul air dalam kulit agar kadar kelembaban kulit tidak cepat menguap ke luar melalui pori-pori.

Kesimpulan

  1. Apakah produk ini bekerja sesuai dengan klaimnya?
  2. Sebagai toner? Ya, produk ini membantu untuk menyegarkan kulit kembali setelah mencuci muka dan mempersiapkan kulit untuk langkah skin care selanjutnya tanpa meninggalkan efek lengket di kulit.

Klaimnya yang membantu untuk mencerahkan kulit? Aku ngga mendapatkan hal itu setelah pemakaian toner ini.

  1. Sebagai facial mist? Ya, produk ini memang membantu menyegarkan kulit. Catatan dariku ya jangan lupa beres disemprot dengan toner ini, langsung ditepuk-tepuk ya biar membantu tonernya cepat terserap ke dalam kulit.
  2. Apakah ada reaksi tertentu seperti iritasi, gatal, break out, dll? Nope ๐Ÿ™‚
  3. Bakal beli lagi apa ngga? Sadly, no.

Alasannya? Mau cari toner lain yang ngga ada paraben sebagai pengawetnya (well… toner ini ngga pakai paraben lho) dan ngga ada pewangi/fragrance-nya…. setidaknya, pewanginya di urutan akhir gapapa deh, asal jangan awal-awal banget :โ€™(

Beli Dimana dan Harganya Berapa?

Aku beli toner ini di Guardian Botani Square. Aku beli toner seukuran 100 ml ini di Guardian seharga Rp 57.800,00. Oh iya, produk-produk Good Virtue Co. juga bisa dibeli secara online lewat akun Shopee resminya Good Virtues Co di sini.

Gimana? Tertarik untuk mencobanya?
Share pengalaman kalian juga atau kalau ada pertanyaan bisa banget lewat kolom komentar ya ๐Ÿ™‚

See you on the next post!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.