Serum Wajah

[Review] Solusi Organic Renewage Face Serum

Hi, hello!

Kali ini aku akan membahas Solusi Organic Face Serum. Apa itu Solusi Organic? Solusi Organic adalah rangkaian perawatan kulit dari Martha Tilaar yang memfokuskan penggunaan bahan-bahannya dari pertanian organik dan juga cruelty-free.

Kiri: Solusi Organic Face Toner; Kanan: Solusi Organic Face Serum

Aku sempat membahas ‘saudara’-nya, Solusi Organic Renewage Face Toner yang bisa kalian baca di sini. FYI, tonernya bisa juga difungsikan untuk 7-skin method lho! ^^

Klaim
Serum wajah ini mengklaim fungsinya untuk:
1. Melembabkan kulit (karena serum ini juga berfungsi sebagai extra facial moisturizer)
2. Merawat kekencangan kulit
3. Mengurangi tanda-tanda penuaan dini
4. Mencerahkan wajah

Serum ini juga diklaim cocok untuk segala tipe kulit.

Bahan
Water, glycerin, Vitis vinifera (grape) fruit extract, Glycyrrhiza glabra root extract, citric acid, sodium benzoate, potassium sorbate, cetearyl alcohol, cetyl palmitate, sorbitan palmitate, sorbitan oleate, propanediol, cetearyl olivate, sorbitan olivate, Helianthus annuss seed oil, octyldodecanol, lauroryl lysine, Vitis vinifera (grape) seed oil, Argania spinosa kernel oil, dipalmitoyl hydroxyproline, palmitic acid, xanthan gum, Salix alba bark extract, fragrance

Kalian ngga perlu khawatir karena serum ini ngga mengandung paraben sebagai preservatif/pengawetnya. Sebagai gantinya ada asam sitrat (citric acid), sodium benzoat, dan potasium sorbat sebagai preservatif. Ketiga bahan tersebut berada dalam 10 bahan pertama dari daftar bahan serum ini yang dapat dikatakan cukup dominan konsentrasinya.

FYI, 99% bahan-bahan serum ini berasal dari sumber alami dimana 20% dari total bahan tersebut secara khusus diambil dari hasil pertanian organik. Apa aja sih 20% bahan tersebut dan ada di urutan keberapa saja bahan tersebut?

  1. Ekstrak buah anggur (Vitis vinifera) ada di posisi ketiga
  2. Ekstrak akar licorice (Glycyrrhiza glabra) ada di posisi keempat
  3. Minyak biji bunga matahari (Helianthus annuss) ada di posisi ke-15
  4. Minyak biji anggur ada di posisi ke-18
  5. Minyak biji bunga argan ada di posisi ke-19

Dari kelima bahan yang berasal dari pertanian organik itu, konsentrasi ekstrak buah anggur dan ekstrak akar licorice sangat dominan dalam serum ini karena berada di urutan awal dari daftar bahan yang digunakan. Sayangnya, hal yang sama ngga berlaku untuk ketiga bahan lainnya (minyak biji bunga matahari, anggur, dan bunga argan) yang berada di urutan akhir. FYI, serum ini hanya terdiri dari 24 bahan lho.

Informasi Bahan, Cara Penggunaan, dan Manfaat Solusi Organic Face Serum

Nah, karena rangkaian Solusi Organice Renewage ini mengandalkan sebagian besar bahan yang berasal dari sumber alami dan pertanian organik, ngga heran kalau rangkaian ini diganjar sertifikasi ECOCERT Greenlife yang dinilai sudah memenuhi standar kosmetik organik dari ECOCERT.

Beberapa bahan yang masuk dalam 10 bahan pertama akan kubahas di sini:

  1. Anggur (Vitis vinifera)

Anggur yang digunakan pada serum ini adalah anggur hijau yang berasal dari perkebunan anggur organik di Bali. Serum ini memanfaatkan buah anggur secara utuh dimana diambil ekstrak buahnya dan diambil minyak dari biji anggurnya. Hmm apa aja manfaatnya ya?

Daging buah anggur yang kaya vitamin C tentu saja bermanfaat bagi kulit karena vitamin C memicu produksi kolagen, mencerahkan, hingga mengurangi penggelapan pada kulit. Nah, kalau minyak biji anggur yang berasal dari ekstrak bijinya mengandung vitamin E, flavonoid, asam linoleat, dan oligomeric proantho cyanidin (OPC). Kombinasi vitamin C dan vitamin E ini bagus ketika digunakan bersamaan karena reaksi keduanya bekerja sebagai photoprotectant atau memberikan perlindungan dari radiasi sinar UV (1)

Btw, flavonoid, asam linoleat, dan oligomeric proanthocyanidin (OPC) itu apa sih?

Info tentang Manfaat Anggur Hijau

Flavonoid adalah senyawa yang diketahui mampu mengurangi efek yang diakibatkan oleh paparan radiasi sinar UV pada kulit seperti kemerahan, radang, hingga photoaging (penuaan akibat radiasi UV) (2). Asam linoleat adalah suatu senyawa yang dikenal mampu untuk meningkatkan tone kulit sehingga ngga jarang asam linoleat ini digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi (warna kulit yang menggelap karena peningkatan pigmen melanin) dengan cara menekan produksi enzim tirosinase yang ada di sel-sel melanosit (3) Melanosit ini akan menghasilkan melanin ketika dipicu oleh sinar UV. Oligomeric proanthocyanidin sebelumnya dikenal dengan sebutan pycnogenol. Oligomeric proanthocyanidin adalah senyawa dari kelompok flavanoid yang berasal dari sumber makanan seperti buah, sayur, kacang, biji-bijian, dan kulit kayu (bark) (4).

Sayangnya, aku belum menemukan studi secara in vitro maupun in vivo tentang pengaruh OPC yang diaplikasikan secara topikal pada kulit manusia atau pada kulit hewan uji mamalia seperti mencit, tikus, kelinci, dsb. Dari berbagai studi in vivo dan in vitro yang dilakukan pada beberapa hewan uji, aktivitas antioksidan dan pengurai senyawa radikal bebas ditemukan pada OPC. Selain itu, aktivitas antiinflamasi, antiviral, antibakteri, antialergik, antikarsinogenik, hingga efek pada pelebaran pembuluh darah (vasodilatoris) juga ditemukan pada OPC (3).

  1. Licorice (Glycyrrhiza glabra)

Ekstrak akar licorice mengandung senyawa bernama glabridin. Senyawa ini dapat berfungsi untuk menenangkan kulit yang mengalami kemerahan atau peradangan. Ngga cuma itu, senyawa glabridin juga mampu menekan proses penggelapan kulit. Gimana caranya?

Penelitian yang dilakukan oleh Yokota dkk. (2006) menunjukkan bahwa glabridin yang diberikan pada konsentrasi 0,1 hingga 1,0 μg/ml mampu menghambat aktivitas enzim tirosinase yang ada di dalam melanosit. Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa pemberian glabridin dengan konsentrasi 0,5% secara topikal (langsung di atas kulit) menyebabkan penghambatan erythema (kemerahan) dan pigmentasi yang diinduksi oleh sinar UVB. Aktivitas antiinflamasi oleh glabridin secara in vitro ditunjukkan dengan penghambatan produksi anion superoksidan dan aktivitas enzim siklo-oksigenase (5). Nah, mengingat ekstrak akar licorice ada di urutan keempat dalam daftar bahan, aku cukup yakin konsentrasinya dominan walaupun belum bisa memastikan apakah konsentrasinya 0,5%.

  1. Asam sitrat (citric acid) dan sodium benzoat

Oke, kenapa dua bahan ini dibahas barengan? Karena, keduanya berada di 10 urutan pertama dari daftar bahan yang digunakan dalam serum ini. Keduanya memang berfungsi sebagai preservatif/pengawet yang menjaga kualitas produk supaya ngga rusak.

Walaupun ya, aku agak khawatir dengan penggunaan sodium benzoat dan asam sitrat itu dalam produk yang mengandung asam askorbat/vitamin C dari ekstrak buah anggur hijaunya. Singkatnya, reaksi asam askorbat dan sodium benzoat dalam suasana asam (pH 2,8–4,5) akan memicu terbentuknya benzene yang sifatnya mutagenik (memicu DNA termutasi) dan karsinogenik (memicu kanker). Keberadaan asam sitrat pada reaksi tersebut malah akan mempercepat pembentukan benzene.

Pertanyaannya, pH serum ini berapa sih? Nah, untuk itu aku coba ukur pH serum ini dengan kertas lakmus. Aku akan update lagi begitu aku sudah ketemu kertas lakmus ya berhubung dua hari ini ngga sempat mampir ke toko kimia -_-

Produk yang Dipakai Sebelumnya
Serum yang kugunakan sebelumnya The Body Shop Drops of Youth™ Concentrate.

Kesan dan Kemasan

Kemasan Solusi Organic Face Serum

Serum ini memiliki konsistensi yang seperti losion dengan warna agak krem. Finishing-nya cukup berminyak. Kemasannya sendiri cukup kokoh dengan pompa/pump untuk mengeluarkan produknya. Ada tutup bening pada pompa yang menjamin kebersihan ketika serum dikeluarkan dari kemasan. Sayangnya, karena kemasannya bukan botol bening jadi kita ngga bisa mengetahui seberapa banyak isi serumnya yang ada di kemasan.

Lama Penggunaan
Dalam rekor per-skincare-an, serum ini tergolong paling ‘cepat’ dipakai dan kemudian di-stop penggunaannya sebagai serum. Aku beli serum ini awal April 2018 dan aku pakai sampai Agustus 2018. Itu pun pemakaian selama 4 bulan ngga rutin aku fungsikan sebagai serum karena finishing-nya terlalu berminyak untukku kalau aku tambah lagi dengan pemakaian pelembab sesudah serum ini.

Dua hari ini aku kembali menggunakan serum ini sebagai pelembab di malam hari. Awalnya, aku hanya berniat untuk menghabiskan serum ini. Aku pakai di malam hari pun karena kalau dipakai di pagi hari finishing-nya masih terlalu berminyak untuk kulit normal-berminyakku.

Efek Setelah Penggunaan
Aku akan bagi penjelasan ini dalam dua bagian ya. Kenapa? Karena aku dapat kesan yang berbeda dalam pengaplikasian serum ini di dua waktu yang berbeda; April-Agustus 2018 dan Mei 2019 (alias bulan ini).

April – Agustus 2018
Klaim yang dijanjikan dari serum ini adalah untuk melembabkan, mencerahkan, mengurangi tanda-tanda penuaan dini, dan merawat kekencangan kulit. Dari keempat klaim tersebut, aku hanya merasakan efek mencerahkan. Mencerahkannya pun ngga yang instan terlihat, tapi bertahap gitu. Mencerahkannya ya, bukan memutihkan.

Efek mencerahkan yang kudapat ini lebih ke efek kulit sehat dan glowy. Tentu aja, efek glowy ini awalnya aku kira karena finishing-nya yang berminyak di kulit. Tapi, kalau tiap bangun tidur dan bersihin wajah, wajah memang kelihatan glowy sehat.

Aku ngga menemukan efek dari tiga klaim lainnya. Klaim mencegah tanda-tanda penuaan dini ini ngga bisa dinilai hanya dengan 4 bulan pemakaian yang ngga full alias ngga rutin. Klaim melembabkan ngga aku temukan karena efek yang kutemukan adalah kulitku jadi makin berminyak.

Sayangnya, waktu itu aku kurang tahu cara mengaplikasikan serum ini dengan tepat jadi finishing-nya yang berminyak malah menyebabkan kulit normal-berminyakku makin berminyak. Selain itu, aku sempat bruntusan karena serum ini. Aku rasa bruntusan ini dipicu oleh kelebihan minyak/sebum pada wajah yang akhirnya menghambat pori-pori.

Mei 2019
Cuaca di bulan puasa kali ini bisa dibilang di luar perkiraanku. Bogor selama bulan puasa di bulan Mei ini ngga terlalu panas karena beberapa kali hujan deras juga. Aku senang-senang aja sih karena setidaknya kulit ngga jadi yang berminyak banget kan.

Masalahnya, aku sudah menyesuaikan rangkaian skincare-ku untuk mengatasi kemungkinan kulitku jadi makin berminyak karena cuaca panas. Jadi, aku pun menghindari produk oil-based. Cuma satu serum malam saja yang finishing-nya seperti serum yang oil-based tapi teksturnya sangat ringan (iUNIK Propolis Vitamin Synergy Serum, tunggu review selanjutnya ya!). Aku pakai serum itu karena aku tetap butuh serum yang fokusnya untuk menutrisi kulit di malam hari dan cocok untuk kulit normal-berminyakku

Nah, karena itu aku melirik kembali serum ini untuk kugunakan sebagai pelembab di malam hari. Serum ini juga mengklaim fungsinya sebagai pelembab ekstra. Memang sih, kesan lembab dan agak berminyak itu aku dapatkan setiap serum ini diaplikasikan.

Seperti yang sudah kujelaskan sebelumnya, kulitku akan jadi terasa sangat berminyak kalau aku menggunakan pelembab setelah serum ini. Ngga heran, serum ini mengklaim sebagai pelembab ekstra. Finishing-nya yang agak berminyak ini mengingatkan aku dengan pelembab oklusif yang rata-rata oil-based.

Nah untuk menghindari finishing terlalu berminyak dari serum ini, aku mengakali penggunaannya dengan cara mengoleskan serum ini ke telapak tangan kemudian digosok untuk menghangatkan serumnya lalu diusapkan ke wajah sambil dipijat-pijat secara lembut. Penghangatan dengan suhu tubuh kita membantu serum terserap dengan baik ke kulit. Pemijatan yang dilakukan juga membantu lancarnya peredaran darah di area wajah dan menjaga kekencangan kulit.

Pada penggunaan bulan Mei ini, aku merasa serum ini membantu untuk menjaga kelembaban kulit dimana efeknya seperti menggunakan pelembab oklusif. Biasanya kalau kulitku tidak terlembabkan dengan baik di malam hari, nanti keesokan paginya wajahku bakal terasa lebih berminyak di kening, hidung, dagu, dan sebagian area pipi yang berada di bawah kantung mata. Sebaliknya, bagian kulit yang normal seperti di bagian rahang dan pelipis malah akan terasa kering.

Aku juga merasa kulitku terjaga kehalusan dan kekenyalannya, tapi aku ngga yakin bahwa efek kulit halus dan kenyal ini semata-mata karena serum ini aja. Kenapa? Karena, aku juga pakai serum lain (iUNIK Propolis Vitamin Synergy Serum) lebih lama dan intensitasnya setiap hari ketimbang serum Solusi Organic ini yang baru kufungsikan lagi sebagai pelembab.

Aku cukup optimis dengan penggunaan serum ini sebagai serum nutrisi seperti serum propolisnya iUNIK. Kandungan ekstrak buah anggur hijau dan ekstrak akar licorice yang cukup dominan dalam serum ini tentunya akan menjadi nutrisi tambahan bagi kulitku di malam hari. Tapi, untuk melihat efek yang dijanjikan seperti mencegah tanda-tanda penuaan dini dan menjaga kekencangan kulit sepertinya akan butuh waktu lama untuk terlihat efeknya.

Untuk klaim mencerahkan kulit, well… aku sudah melihat efek ini pada penggunaan di tahu 2018 itu. Sejujurnya, kondisi kulitku saat ini baik dan optimal dalam artian ngga kusam, kendur, dan jerawatan juga. Sama seperti efek menjaga kekencangan kulit, aku ngga terlalu melihat efek mencerahkan di kulitku saat ini tapi aku berharap penggunaan serum ini bisa membantu menjaga kulitku agar tetap cerah.

Kesimpulan
Apakah sesuai dengan klaim atau manfaat yang dijanjikan?
Ya, untuk klaim melembabkan dan mencerahkan kulit. Saat ini kulitku sedang berada di kondisi yang baik dan optimal, jadi aku kurang bisa menilai klaim menjaga kekencangan dan mencegah tanda-tanda penuaan pada kondisi kulitku saat ini. Aku berharap penggunaan serum ini bisa membantu menjaga kekencangan dan mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Apakah serum ini menimbulkan reaksi tertentu?
Tidak. Selama penggunaan serum ini, aku ngga menemukan reaksi seperti kulit kemerahan, gatal, dan bruntusan/muncul jerawat.

Apa yang mesti diperhatikan saat menggunakan serum ini?
Aku mengoleskan serum ini ke telapak tangan sambil digosok untuk menghangatkan serumnya kemudian baru wajah dipijat dengan lembut. Langkah seperti ini membantu serum terserap ke dalam kulit. Pijatan yang dilakukan juga membantu peredaran darah di area wajah menjadi lancar.

Bakal beli lagi apa engga?
Tidak untuk saat serum ini nanti habis. Sejujurnya aku menggunakan serum ini sebagai pelembab supaya serumnya cepat habis.

Bisa Dibeli Dimana dan Harganya Berapa?
Serum ini bisa dibeli secara online di Martha Tilaar Shop dan offline di toko-tokonya yang tersebar di mall besar. Aku sendiri beli serum ini di Martha Tilaar Grand Indonesia. Untuk harganya, serum ini dibandrol dengan harga Rp 412.000,00

Gimana, tertarik untuk mencoba serum lokal organik pertama yang tersertifikasi ECOCERT ini?
Sharing pengalaman kalian kalau sudah mencoba serum ini atau opini kalian tentang serum ini di kolom komentar ya.

See you on the next post!

Referensi

(1) Vitamin E dikutip dari laman Linus Pauling Institute. [https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/vitamin-E]
(2) Flavonoid dikutip dari laman Linus Pauling Institute. [https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/flavonoids]
(3) Shigeta, Y., H. Imanaka, H. Ando, A. Ryu, N. Oku, N. Baba, T. Makino. 2004. Skin whitening effect of linoleic acid is enhanced by liposomal formulations. Biological and Pharmaceutical Bulletin 27(4): 591—4.
(4) Fine, A.M. 2000. Oligomeric proanthocyanidin complexes: History, structure, and phytopharmaceutical application. Alternative Medicine Review 5(2): 144—151.
(5) Yokota, T., H. Nishio, Y. Kubota, M. Mizoguchi. 1998. The inhibitory effect of glabridin from licorice extracts on melanogenesis and inflammation. Pigment Cell & Melanoma Research 11(6): 355–361.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.