Masker Wajah

[Review] The Body Shop Amazonian Acai Energising Radiance Mask

Hi, hello!

Sebelum memulai ulasan ini, aku mau tanya deh:

Apakah kamu pengguna transportasi umum yang selalu berisiko terpapar debu dan polusi?

Apakah kamu memiliki aktivitas sehari-sehari yang tidak jarang membuatmu kurang beristirahat dan tentu saja lelah?

Nah, kalau kalian menjawab “Ya” untuk salah satu atau dua-duanya dari pertanyaan di atas, maka kalian berada di tulisan yang tepat untuk mengatasi kulit yang kusam dan lelah akibat dua aktivitas dari pertanyaan-pertanyaan di atas.

The Body Shop Amazonian Acai Energising Radiance Mask adalah salah satu varian masker dari rangkaian Superfood. The Body Shop lewat rangkaian Superfood-nya mengeluarkan varian Hydrating, EnergisingPurifying, Nourishing, dan Brightening.

The Body Shop Amazonian Acai Energizing Radiance Mask

Sekilas tentang rangkaian masker Superfood ya, masker-masker ini dibuat dari bahan-bahan yang tergolong sebagai super food alias bahan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup padat. Buah acai yang digunakan dalam masker ini adalah salah satu contoh dari super food yang mengandung banyak vitamin C.

Nah, langsung berkenalan yuk dengan masker ini! 🙂

Klaim

1. Membantu membersihkan kulit
2. Membuat kulit terasa halus
3. Mengurangi tampilan lelah pada kulit

Informasi tentang Klaim Manfaat dan Petunjuk Penggunaan

Masker ini cocok untuk digunakan oleh semua tipe kulit.

Bahan

Aqua/Water/Eau, Glycerin, Polysorbate 20 (fungsi: pengemulsi), Argania Spinosa Shell Powder, Luffa Cylindrica Fruit, Sodium Polyacrylate (fungsi: penstabil emulsi), Phenoxyethanol (fungsi: pengawet), Euterpe Oleracea Pulp Powder, Parfum/Fragrance (fungsi: pewangi), Carbomer (fungsi: penstabil), Ethylhexylglycerin, Caprylyl Glycol, Caprylhydroxamic Acid, Limonene, Bertholletia Excelsa Seed Oil, Sodium Hydroxide, Orbignya Oleifera Seed Oil, Methylpropanediol, Disodium EDTA, Propylene Glycol, Paullinia Cupana Seed Extract, Citronellol, Geraniol, Citric Acid, Caramel, CI 17200/Red 33.

Ingat! Semakin awal suatu bahan ditulis dalam daftar bahan, maka semakin banyak jumlah/konsentrasinya suatu bahan yang ada di dalam produk.

Bahan-Bahan Alami

1. Argania spinosa shell powder (Bubuk cangkang biji argan)
Cangkang biji argan dikeringkan dan dihaluskan sehingga bubuk cangkang bji argan ini bisa digunakan sebagai eksfoliator.(1)

2. Luffa cylindrica fruit (Buah blustru)
Buah blustru sering dimanfaatkan sebagai spons mandi. Sejauh ini riset tentang buah blustru yang kutemukan baru dilakukan pada kulit mencit. Ekstrak tunas buah blustru mampu meredakan kulit yang kemerahan dan dermatitis atopik (kulit kering yang kemerahan dan gatal).(2)

Selain itu, kandungan fenilpropanoid pada ekstrak blustru mampu mencegah transepidermal water loss sehingga kadar kelembaban pada tubuh, salah satunya kulit, tetap terjaga.(3)

3. Euterpe oleracea pulp powder (Bubuk daging buah acai)
Bahan ini didapatkan dengan mengeringkan dan menghaluskan bagian daging buah acai.(4) Buah acai mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal senyawa radikal bebas. Senyawa radikal bebas merupakan salah satu penyebab penuaan kulit lho.

4. Bertholletia excelsa seed oil (Minyak biji kacang Brazil)
Kacang Brazil yang diekstrak akan menghasilkan minyak karena kandungan lemaknya yang sebagian besarnya adalah asam lemak tidak jenuh. Kandungan lainnya yang bermanfaat yaitu vitamin E (ingat kan, vitamin ini larut dalam lemak) sehingga minyak biji kacang Brazil bermanfaat untuk menutrisi dan melembabkan kulit.(5)

5. Orbignya oleifera seed oil (Minyak biji babassu)
Sama seperti kacang Brazil, biji babassu diekstrak untuk menghasilkan minyak. Biji babassu bermanfaat untuk mengurangi kemerahan dan melembabkan kulit dengan cara berperan sebagai pelembab oklusif.(6)

6. Paullinia cupana seed extract (Ekstrak biji guarana)
Salah satu kandungan dari buah guarana yaitu kafein. Kafein adalah stimulan yang dapat memicu pelebaran (dilatasi) pembuluh darah sehingga membantu lancarnya sirkulasi darah). Kafein juga berguna untuk melindungi kulit dari penuaan yang disebabkan oleh stres oksidatif.(7)

Bahan-Bahan yang Harus Diperhatikan

1.Sodium polyacrylate (Skor EWG: 3/Moderate Hazard)
Fungsinya sebagai pengemulsi. Pengemulsi (emulsifier) bekerja untuk meningkatkan stabilitas suatu produk misalnya menjaga konsistensi lemak dan cairan lainnya pada masker ini agar tidak ‘pecah’ atau berpisah.

Mungkin karena dibutuhkan konsentrasi pengemulsi yang banyak agar konsistensi masker ini tetap baik, makanya bahan ini berada di posisi ke-3 pada daftar bahan. Sayangnya, bahan ini berisiko menyebabkan toksisitas pada organ non-reproduktif.

2. Phenoxyethanol (Skor EWG: 4/Moderate Hazard)
Fungsinya sebagai pengawet/preservatif agar kualitas masker tidak rusak oleh agen kontaminan seperti kapang dan bakteri. Dari 10 bahan teratas, bahan ini berada pada posisi ke-6.

Karena itu untuk yang berkulit sensitif, jangan lupa patch test masker ini untuk mengetahui apakah ada reaksi sensitif atau tidak. Phenoxyethanol sendiri memang punya risiko menimbulkan iritasi.

3. Parfum (Skor EWG: 8/High Hazard)
Fungsi parfum dalam suatu produk kosmetik umumnya untuk menutupi aroma produk yang kurang nyaman. Sayangnya, parfum masih menempati urutan ke-8 dalam daftar bahan masker ini. Seperti phenoxyethanol, parfum berisiko menimbulkan iritasi pada kulit yang sensitif dengan bahan ini.

4. Carbomer (Skor EWG: 1/Low Hazard)
Fungsi carbomer yaitu untuk menstabilkan produk yang berbentuk emulsi. Emulsi merupakan campuran dari dua atau lebih cairan yang umumnya tidak bercampur contohnya seperti air dan minyak. Carbomer tentu saja dibutuhkan karena produk ini mengandung air dan juga minyak seperti minyak biji babassu dan kacang Brazil.

Walaupun bahan ini berada pada posisi ke-10, namun Environmental Working Group (EWG) mengkategorikan risiko carbomer sebagai low hazard (tidak menimbulkan risiko tertentu pada kulit).

Informasi Tambahan

1) Kemasan: Terbuat dari kaca tebal dan ukurannya cukup besar jadi kurang cocok dibawa ketika bepergian jauh.

2) Tekstur Produk: Agak kental sehingga kita tidak perlu khawatir maskernya akan menetes.

Sisa Masker pada Kemasannya, Kelihatan ‘Kan Tekstur Maskernya Lumayan Kental? 😀

3) Period After Opening: Masker ini memiliki masa pakai produk setelah dibuka selama 12 bulan.

Cara Penggunaan

Masker ini dapat diratakan pada wajah dengan jari atau pun kuas masker. Dari pengalaman pribadi, masker ini lebih enak diratakan dengan jari. Pastikan jari kalian bersih ya!

Produk yang Dipakai Sebelumnya

Sebelumnya, aku pakai Gizi Beauty Mask (Cucumber, Rice, Bengkoang, Seaweed). Nah, selama memakai masker Amazonian Acai Energising Radiance Mask ini, aku juga menyelingi penggunaannya dengan Utama Spice Temu-Temu Face Mask yang kugunakan sebagai masker detoks (masker ini berbahan clay).

Lama Penggunaan

Masker ini mulai kugunakan sejak Juli 2018 hingga Januari 2019. Frekuensi penggunaannya dua kali seminggu. Waktu maskeran yang dibutuhkan juga ngga lama kok, cuma 10 menit saja 🙂

Selama penggunaan masker ini, aku ngga menemukan reaksi kulit kemerahan, gatal, dan bruntusan. Tapi, saat aku memakai masker ini selama 10 menit, beberapa menit pertama ada efek sedikit perih yang kemudian menghilang.

Efek Setelah Penggunaan

Setiap selesai maskeran, kulit mukaku tampak lebih cerah dan segar. Muka memang jadi tidak tampak lelah dan sayu setelah penggunaan masker ini. Sayangnya, efek ini hanya terlihat seharian setelah maskeran.

Ya, ini hal yang normal ‘kan, namanya juga lelah. Beragam aktivitas yang kita lakukan setiap hari memang menyebabkan kita lelah ‘kan?

Selain efek cerah, segar, dan tidak sayu/tampak lelah, aku juga merasa kulitku terasa lebih halus. Memang, ada bulir scrub pada masker ini yang biasa kugunakan untuk eksfoliasi tapi aku ngga terlalu menggosok mukaku karena sudah eksfoliasi sebelumnya.

Aku pakai liquid peeling gel yang ringan untuk kulitku karena ya tidak ada bulir scrub. Perlahan-lahan, aku mengurangi eksfoliasi dengan peeling scrub. Untuk liquid peeling gel ini, aku pakai The Body Shop Vitamin C Glow-Revealing Liquid Peel.

Nah, karena ini masker yang hanya kugunakan secara mingguan, hasil yang diharapkan pada jangka panjang tentunya tidak akan serupa dengan produk perawatan yang digunakan secara harian. Untuk efek penggunaan masker ini secara jangka panjang, aku ngga terlalu melihat adanya efek lainnya yang terlihat di kulitku.

Memang sih aku jarang komedoan apalagi jerawatan selama menggunakan masker ini, tapi aku rasa bukan karena masker ini saja. Ingat, aku rajin eksfoliasi setiap sebelum maskeran jadi mungkin hal ini membuat kulitku bersih. Ditambah lagi, aku menggunakan masker clay dari Utama Spice yang kumanfaatkan untuk detoks kulit.

Jadi, aku rasa efek jarang komedoan dan jerawatan itu karena aku memadukan perawatan harianku dan mingguanku baik dengan masker ini maupun masker clay tersebut.

Kesimpulan

Apakah sesuai dengan klaim atau manfaat yang dijanjikan?
Ya, untuk kulit yang cerah, segar, dan tampak tidak lelah. Untuk efek kulit yang terasa halus, aku ngga yakin karena masker ini saja karena aku terbiasa eksfoliasi juga sebelum maskeran.

Apakah masker ini menimbulkan reaksi tertentu?
Tidak, aku tidak menemukan reaksi seperti kulit kemerahan, gatal, bruntusan, dan reaksi lainnya di kulitku. Aku merasa kulitku sedikit perih beberapa menit pertama ketika masker ini selesai aku oleskan ke muka. Kabar baiknya, efek perih yang cuma sedikit ini kemudian menghilang 🙂

Apa yang mesti diperhatikan saat menggunakan masker ini?
Paling ‘banter’ sih ya efek perihnya ini. Buatku, efek perih ini ngga terlalu mengganggu karena memang ngga terlalu perih. Tapi, kalau kulit kalian sensitif, ada baiknya tes (patch test) dulu masker ini di daerah kulit yang sensitif ya. Di konter The Body Shop, biasanya produk tester selalu disediakan kok. Jangan lupa patch test ya!

Bakal beli lagi apa engga?
Sayangnya, tidak. Andai saja The Body Shop mau melakukan re-formulasi masker ini dengan meniadakan parfum, aku bakal beli masker ini lagi. Aku sedang berusaha sebisaku untuk mengurangi beberapa kandungan tertentu dalam suatu produk, salah satunya adalah parfum. Walaupun begitu, aku puas menggunakan masker ini (ayo dong, The Body Shop, hilangkan parfum dari masker ini) :’)

Bisa Dibeli Dimana dan Harganya Berapa?

Masker ini bisa dibeli di konter The Body Shop dan juga di situs The Body Shop. Masker ini dibandrol dengan harga Rp 329.000,00 (isi 75 ml).

Gimana, tertarik untuk mencoba masker ini? Sharing pengalaman kalian kalau sudah mencoba masker ini atau opini kalian tentang masker ini di kolom komentar ya.

See you on the next post!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.