Masker Wajah

[Review] Holika-Holika Pure Essence Sheet Mask (Damask Rose & Shea Butter)

Hi, hello!

Kali ini aku masih membahas tentang sheet mask alias masker lembar. Di antara sekian jenis produk perawatan kulit, masker memang jadi salah satu jenis produk yang sering aku eksplor. Aku suka mencoba berbagai jenis masker karena masker ini ibaratnya ‘hiburan mingguan’ untuk kulit wajahku.

Aku suka masker lembar karena fungsinya yang all in one: ada esens dan/atau serum + ada efek melembabkan juga. Makanya, aku selalu coba cari berbagai jenis masker lembar yang minimal efek melembabkannya cocok untuk kulit normal-berminyakku. Yup, kenapa tidak ‘kan punya lebih dari satu produk favorit (apalagi kalau itu masker hehe)?

Sayangnya, saking banyaknya masker yang aku coba, aku harus ‘cicil’ satu-satu menggunakan maskernya sampai selesai. Nah, masker Holika-Holika ini juga sama. Aku belinya Agustus 2018 dan baru keburu ditulis review-nya sekarang. ^^”

Tenang saja, karena aku cuma beli dua varian jadi aku lebih mudah mengingat mana yang benar-benar cocok untuk yang kulitku butuhkan.

Aku ketemu Holika-Holika Pure Essence Sheet Mask di counter Holika-Holika Transmart Yasmin, Bogor. Awalnya mau coba beberapa jenis berbeda untuk dibikin first impression, tapi karena saat itu sedang ada promosi beli 5 gratis 5 untuk dua varian berbeda yang sudah dipaket akhirnya aku beli deh paket promonya.

Varian Damask Rose dan Shea Butter yang sudah selesai kupakai :’)

Lumayan, aku bisa maskeran seminggu (lebih 3 hari hahaha) a la K-beauty enthusiast. Nah makanya, tulisan ini bukan first impression tapi review karena aku pakai lebih dari satu kali pada varian yang sama. Oh, ngomong-ngomong foto di foto terlihat masing-masing empat kemasan ya, aslinya tetap lima kok. Semoga paket promosi ini masih ada di counter Holika-Holika. :’)

Nah, karena paket promosi, aku pilih varian yang sesuai dengan kulitku yang normal-kombinasi. Damask Rose tentu saja jadi pilihanku karena kandungan minyak mawar memang ngga cuma menenangkan kulit (soothing) tapi juga menghidrasi (hydrating).

Aku agak khawatir ketika lihat varian masker yang satu paket dengan Damask Rose. Yup, Shea Butter. Khawatirnya, varian ini bakal terlalu melembabkan kulit mukaku yang normal-berminyak karena Shea Butter selama ini dikenal mampu untuk melembabkan kulit yang kering.

Tapi karena aku mau sekali mencoba varian Damask Rose-nya, aku tetap beli deh paketnya itu dengan perhitungan kalau varian Shea Butter terlalu melembabkan ya aku tinggal kurangi saja waktu penggunaannya dari yang dianjurkan (10-20 menit). Oke, lanjut kita mulai yuk bahasannya! 🙂

Apa Itu Holika-Holika Pure Essence Mask Sheet?

Sesuai namanya, masker ini mengandung esens yang berfungsi untuk merawat kulit sesuai dengan manfaat dari varian yang ditawarkan. Ada 11 varian dalam rangkaian Pure Essence ini:

  1. Acai Berry
  2. Avocado
  3. Charcoal
  4. Cucumber
  5. Damask Rose
  6. Green Tea
  7. Lemon
  8. Pearl
  9. Rice
  10. Shea Butter
  11. Strawberry

Lembaran masker Holika Holika Pure Essence ini dibuat dari bahan Tencel yang merupakan tipe serat viscose dengan daya serap lebih tinggi. Masker lembar yang menggunakan bahan Tencel akan tampak lebih tipis. Selain itu, esens pada masker juga akan terserap dengan baik dan tidak mudah menguap pada lembaran masker. Usut punya usut, bahan Tencel ini juga ramah lingkungan lho (1).

Varian Damask Rose

Varian bunga mawar Damask yang menenangkan kulit
Klaim

Masker ini mengklaim manfaatnya yang mampu untuk melembabkan, mencerahkan, mengembalikan warna kulit yang sehat, mengurangi intensitas luka pasca jerawat, dan mengencangkan serta mengembalikan elastisitas kulit. Klaim manfaat ini tidak lepas dari kandungan salah satu bahan utamanya yaitu minyak mawar Damask.

Klaim manfaat, instruksi pemakaian, dan komposisi bahan

Oh iya, masker lembar ini juga sangat tipis supaya masker dapat menempel dengan baik di atas kulit dan membuat cairan esens pada masker mampu terserap dengan baik oleh kulit.

Bahan

Water, Glycerin, Dipropylene Glycol, Betaine, Polyglyceryl-10 Laurate, Butylene Glycol, Centella asiatica Extract, Paeonia suffruticosa Root Extract, 1,2-Hexanediol, Allantoin, Panthenol, Rosa damascena Extract, Chamomilla recutita (Matricaria) Flower Extract, Arginine, Carbomer, Glyceryl Caprylate, Xanthan Gum, Ethylhexylglycerin, Punica granatum Fruit Extract, Pelaronium graveolens Flower Oil, Viola tricolor Extract, Lavandula angustifolia (Lavender) Flower Extract, Centaurea cyanus Flower Extract, Disodium EDTA

Tahu apa yang menyenangkan dari komposisi di atas? Setidaknya, tidak ada pewangi dan paraben sebagai preservatif, hore! Kenapa aku sesenang itu? Karena, aku meniatkan kalau memang cocok dengan masker ini, aku akan memasukkan varian ini ke daftar beberapa masker yang akan aku beli kembali semisal aku sedang tidak ada waktu untuk rutinitas perawatan harian.

Secara keseluruhan, bahan-bahan yang mungkin perlu diperhatikan itu butylene glycol yang berpotensi sebagai pemicu komedo (komedogenik) dan polyglyceryl-10 laurate yang berpotensi sebagai pemicu fungal acne. Kedua bahan tersebut masih masuk dalam peringkat 1 (rendah) dari standar pemeringkat Environmental Working Group.

Sayangnya, kedua bahan tersebut masih di urutan ke-5 dan ke-6. Semakin awal suatu bahan ditulis dalam urutan komposisi bahan, maka semakin banyak jumlahnya dalam produk tersebut. Walaupun tidak tertulis berapa persentasenya, sebaiknya penggunaan masker ini dihindari dulu ya bagi kulit yang sedang ada fungal acne (salah satunya tampak seperti bruntusan) dan/atau ada komedo. Tunggu sampai kulit tidak ada fungal acne atau bersih dari komedo, baru bisa gunakan masker ini.

Dari keterangan pada kemasan, tiga kandungan bahan alami yang di-highlight pada masker ini yaitu:

  1. Minyak mawar Damask diketahui mampu untuk mengurangi pigmentasi pada noda/spot contohnya seperti bekas jerawat. Bahan ini ada di urutan ke-12 dalam komposisi bahan.
  2. Ekstrak bunga chamomile diketahui mampu untuk meredakan inflamasi, dalam hal ini kulit yang meradang dan kemerahan, dan untuk melembabkan kulit. Bahan ini ada di urutan ke-13 dalam komposisi bahan.
  3. Ekstrak buah delima diketahui mampu untuk mengembalikan kulit yang kusam menjadi warna kulit yang sehat dan meratakan warna kulit. Bahan ini ada di urutan ke-19 dalam komposisi bahan.

Dari ketiga bahan di atas, aku sejujurnya heran kenapa ketiganya tidak berada setidaknya di 10 urutan pertama dalam komposisi bahan ini. Malah, bahan-bahan seperti gliserin (glycerin), ekstrak pegagan (Centella asiatica), ekstrak akar bunga peoni (Paeonia suffruticosa), dan allantoin malah tidak di-highlight padahal ada di urutan 10 pertama dalam komposisi bahan. Hmm, setidaknya ekstrak pegagan di-highlight deh berhubung pegagan ‘kan lagi hyped banget ya di kalangan pegiat skincare. Hehehe.

Kalau ada yang penasaran, ini nih sekilas manfaat dari beberapa bahan yang aku sebut itu:

  1. Gliserin bermanfaat untuk melembabkan kulit. Tingkat iritasinya rendah dimana EWG memberi peringkat 1 (low hazard) pada bahan ini.
  2. Ekstrak pegagan bermanfaat untuk menenangkan (soothing) kulit yang kemerahan dan/atau radang karena ekstrak ini memiliki aktivitas anti-inflamasi. Ekstrak pegagan juga membantu dalam penyembuhan kulit yang luka. EWG menggolongkan bahan ini pada peringkat 1 (low hazard).
  3. Ekstrak akar bunga peoni bermanfaat untuk mencerahkan, menutrisi, dan menenangkan kulit yang kemerahan dan/atau meradang karena aktivitas anti-inflamasinya. Peringkat dari EWG-nya juga berada pada peringkat 1 (low hazard).
  4. Allantoin bermanfaat untuk menenangkan dan melembabkan kulit. Peringkat dari EWG-nya juga sama dengan ketiga bahan di atas.
Kesan

Sebelum merutinkan penggunaan masker ini selama lima hari, kondisi kulit wajahku itu kusam, terlihat lelah, dan tampak mengendur karena sangat kelelahan. Kelelahan ini karena saat Juli-Agustus tahun lalu aku harus menyelesaikan kewajiban pasca penelitian (revisi naskah, publikasi, daftar konferensi untuk presentasi, dsb).

Saat semua kewajiban pasca penelitianku selesai, aku meniatkan untuk kembali rutin merawat kulit. Masker varian Damask Rose ini kugunakan lebih dahulu karena salah satu klaimnya yang mampu mengembalikan warna/rona kulit yang sehat. Tentu saja, fokus tujuanku saat itu untuk memulihkan kulitku yang tampak kusam dan lelah.

Aku tidak terlalu kepikiran tentang efek mengembalikan elastisitas kulit karena jujur aku tidak terlalu berharap banyak dari masker ini. Maksudku, memangnya dengan pakai secara rutin lima hari berturut-turut langsung akan mengembalikan elastisitas kulit alias kulit kembali kencang? Hmm, mari kita lihat.

Aku menggunakan masker ini (dan juga varian Shea Butter) hanya pada malam hari. Alasannya? Supaya lebih mudah dilihat bagaimana efeknya semalaman dan keesokan harinya.

Sebelum maskeran, aku merutinkan eksfoliasi dulu untuk memastikan sel-sel kulit mati terangkat dan pori-pori bersih. Kalau tidak eksfoliasi, ya sayang atuh esens maskernya tidak akan terserap maksimal. Untuk eksfoliasi sel-sel kulit mati, aku menggunakan The Body Shop Vitamin C Glow-Revealing Liquid Peel. Sedangkan untuk komedo yang susah dibersihkan, aku melakukan facial di Wardah Beauty House.

Pengalamanku selama memakai masker ini di luar dari bayanganku!

Pertama, maskernya mudah sekali dipasang ke muka. Aku setuju dengan klaim bahwa lembar masker yang tipis ini memang membantu masker menempel ke muka tanpa tergeser. Esensnya juga meresap ke masker tanpa ada yang tertinggal di kemasan.

Kedua, hasil pada pemakaian pertama memang seperti pada beberapa masker lembar pada umumnya yaitu kulit cerah, tampak segar, dan kenyal. Ada efek tambahannya nih. Masker ini juga membantu tampilan pori-poriku tampak mengecil! Wah, senang banget! ^^

Ketiga, efek-efek dari masker ini bagus juga untuk mempersiapkan kulit yang akan dirias karena riasan jadi lebih mudah menempel dan tidak cakey/menggumpal.

Hasil yang positif dari ketiga poin itu meyakinkan aku untuk melanjutkan maskeran dengan varian Damask Rose sampai lima hari ke depan. Efeknya tetap sama seperti tiga poin di atas. Lebih jauh lagi, aku merasa rona kulitku kembali sehat alias tidak lagi kusam dan lelah. Klaimnya terbukti, mantap Holika-Holika!

Bagusnya lagi, aku cuma pakai masker ini saja sebagai rutinitas perawatan harianku untuk menggantikan tahap esens, serum mata, dan serum wajah. Yup, aku tetap pakai toner selesai cuci wajah dan pakai pelembab selesai menggunakan masker ini. Jujur, aku merasa rutinitasku jadi lebih singkat dan simpel hahaha.

Tidak bagusnya sih, ya harga satu masker lembar Rp 22.000,00. Kalau bukan karena promo paket (beli 5 gratis 5), aku mungkin bakal mikir keras untuk membeli kembali masker ini walaupun efeknya sangat aku suka. Anggap saja aku mau beli masker ini untuk penggunaan selama sebulan, harganya sudah menyamai harga serum lumayan high-end yang bisa dipakai selama minimal empat hingga lima bulan. Sayang ‘kan ya? :’)

Makanya, aku memutuskan tidak akan senekat itu untuk mencoba 30-hari maskeran a la K-beauty enthusiast itu. Aku hanya akan membeli masker ini kalau aku benar-benar tidak ada waktu untuk melakukan rutinitas perawatan harian yang biasanya (esens-serum mata-serum wajah-peptide-pelembab).

Varian Shea Butter

Kandungan shea butter yang melembabkan
Klaim

Masker ini mengklaim manfaatnya untuk menutrisi kulit dengan kandungan shea butter-nya yang dipercaya sebagai sumber nutrisi bagi kulit. Selain itu, masker ini juga diklaim sebagai produk yang ideal untuk menutrisi kulit kalian selama musim gugur dan dingin sehingga kulit tetap lembab dan cerah.

Klaim manfaat, instruksi pemakaian, dan komposisi bahan
Bahan

Water, Dipropylene Glycol, Glycerin, Polyglyceryl-10 Laurate, Butylene Glycol, Centella asiatica Extract, Paeonia suffruticosa Root Extract, 1,2-Hexanediol, Hydroxyethylcellulose, Chamomilla recutita (Matricaria) Flower Extract, Glyceryl Caprylate, Arginine, Carbomer, Ethylhexylglycerin, Xanthan Gum, Allantoin, Sodium Hyaluronate, Viola tricolor Extract, Lavandula angustifolia (Lavender) Flower Extract, Citrus aurantium dulcis (Orange) Peel Oil, Centaurea cyanus Flower Extract, Citrus paradisi (Grapefruit) Peel Oil, Lavandula angustifolia (Lavender) Oil, Butyrospermum parkii (Shea) Butter, Oryza sativa (Rice) Bran Oil, Boswellia carterii Oil, Pelargonium graveolens Flower Oil, Vetiveria zizanoides Root Oil, Disodium EDTA

Komposisi bahan pada masker varian Shea Butter ini sebagian besar masih sama dengan varian Damask Rose. Bedanya, ada beberapa tambahan bahan berupa minyak yang diekstrak dari tumbuhan seperti bunga lavender, kulit jeruk, kulit buah grapefruit, bekatul beras, bunga geranium, akar vetivert, dan Boswellia (tidak dijelaskan bagian apa yang digunakan, tapi umumnya bagian dari tumbuhan Boswellia yang digunakan adalah resinnya untuk dimanfaatkan sebagai pelembab, pereda kemerahan kulit, dan pewangi alami).(2)

Dari keterangan pada kemasan, tiga kandungan bahan alami yang di-highlight pada masker ini yaitu:

  1. Shea butter dipercaya mampu menutrisi dan mengembalikan elastisitas kulit. Bahan ini berada di urutan ke-24 pada komposisi bahan masker.
  2. Hyaluronic acid dipercaya mampu mengembalikan kelembaban kulit. Bahan ini berada di urutan ke-17 pada komposisi bahan masker.
  3. Minyak buah grapefruit dipercaya mampu melembutkan dan meratakan warna kulit. Bahan ini berada di urutan ke-22 pada komposisi bahan masker.

Pertanyaanku tentang komposisi bahan ini masih sama seperti varian Damask Rose. Kenapa ketiga bahan di atas malah tidak berada di urutan 10 teratas? Apa jumlahnya cukup signifikan untuk menunjukkan efek dari manfaat bahan tersebut?

Penempatan minyak buah grapefruit dan shea butter pada urutan mendekati akhir tampak masuk akal. Minyak buah grapefruit, shea butter, begitu juga minyak bunga lavender dan minyak bekatul beras sebaiknya dihindari oleh kulit sensitif, berminyak, dan memiliki fungal acne.

Minyak buah grapefruit dan minyak bunga lavender kurang baik bagi kulit yang sensitif dengan minyak esensial, sedangkan shea butter kurang baik bagi tipe kulit yang berminyak karena dikhawatirkan akan menyumbat pori-pori akibat kelebihan minyak dan berpotensi menyebabkan jerawat.

Minyak bekatul beras dan juga shea butter kurang baik bagi kulit yang sedang memiliki fungal acne (semacam bruntusan) karena akan memicu munculnya fungal acne lagi. Tunggu kulitmu bersih dari fungal acne, baru gunakan masker ini ya.

Kesan

Pertama kali pemakaian, aku merasa esensnya lebih kental dibandingkan varian Damask Rose. Untuk pemakaian pertama dan melihat bagaimana efeknya di kulitku yang normal-berminyak, aku pakai selama 20 menit mengikuti instruksi pada kemasan. Sesuai perkiraanku, masker ini terlalu melembabkan untuk kulitku yang normal-berminyak.

Pemakaian kedua dan selanjutnya, aku hanya menggunakan masker ini selama 10 menit. Aku juga tidak menggunakan pelembab lagi karena esens masker ini sudah cukup melembabkan kulit mukaku. Oh iya, karena klaim masker ini memang memfokuskan untuk menutrisi kulit jadi aku tidak berharap masker ini akan menyegarkan tampilan kulit walaupun ada kandungan sodium hyaluronate.

Hasil setiap selesai menggunakan masker ini hanya memang kulit terasa lebih lembab dan agak sedikit terasa berminyak. Ya, itu saja efeknya selama lima hari penggunaan masker ini. Aku rasa kulit yang kering bisa jadi sangat cocok dengan masker ini.

Kesimpulan

Dari dua varian di atas, aku memilih varian Damask Rose untuk pembelian selanjutnya. Aku tidak menutup kemungkinan untuk mencoba varian lainnya kalau misalnya ada paket promosi yang sama. Lumayan kan, beli 5 gratis 5 hehehe. ^^

Holika-Holika Pure Essence Mask Sheet bisa kamu dapatkan di counter Holika-Holika di Transmart Yasmin Bogor. Aku kurang tahu apakah counter Holika-Holika juga ada di cabang Transmart lainnya. Holika-Holika juga bisa dibeli secara online lewat situs resmi Holika Holika Indonesia. Harga masker ini yaitu Rp 22.000,00 per kemasan.

Sekian dulu ulasan Holika-Holika Pure Essence Mask Sheet. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?
Silakan tulis opini atau pertanyaan terkait masker ini di kolom komentar ya! 🙂

See you on the next post!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.