Pekan sebelumnya, aku sudah bahas dua pembersih yang kugunakan sejak tahun lalu hingga tahun ini. Kali ini, aku akan bahas toner wajah yang kugunakan. Secret Key Milk Brightening Toner adalah salah satu toner dari tiga toner yang kugunakan. Nah, kira-kira gimana performa toner wajah ini?

Klaim

Toner wajah ini mengklaim fungsinya untuk mencerahkan, melembabkan, dan mengangkat sel-sel kulit mati.

Bahan

Keterangan bahan yang tidak terbaca… karena aku tidak bisa baca Hangeul :’)

Milk protein extract (9.700 ppm), glycerin1,2-hexanediol, Portulaca oleracea extract, green tea extractbean extracttomato extractKorean raspberry extract, potato extractcarrot extractbroccoli extractcucumber extractpumpkin extractrice extractoleth-5oleth-10glyceryl stearate

Toner wajah ini ngga mengandung alkohol dan paraben sebagai pengawet. Sebenarnya, ini jadi pertanyaanku juga nih kira-kira gimana cara produsennya memastikan produk ini supaya dapat disimpan dalam waktu lama dan kualitasnya tetap baik? Nah, disodium EDTA yang ada di urutan keempat dalam daftar bahan produk ini berfungsi untuk pengontrol viskositas/kekentalan pada suatu produk, jadi kualitas tekstur/konsistensi suatu produk tetap sama (sumber).

Oke, itu tadi tentang disodium EDTA yang menjaga konsistensi si toner ini ya. Gimana dengan bahan lain yang diperlukan supaya toner ini tidak terkontaminasi oleh kontaminan lain misalnya jamur atau bakteri? Karena tidak ada bahan pengawet lainnya di sini, aku sempat agak bingung tentang bahan apa ya untuk menjaga agar toner ini awet selama periode pemakaiannya.

Usut punya usut, pengawet yang digunakan dalam toner ini berasal dari kombinasi tiga ekstrak tumbuhan; ekstrak bunga halmikkot/pasque (Pulsatilla koreana), ekstrak lichen (Usnea barbata), dan…… ekstrak lada Sansho.

Ya, kalian yang doyan masakan ngga salah baca kok, ini lada yang biasa digunakan dalam kuliner Jepang dan juga Korea. Sama seperti ekstrak bunga halmikkot dan lichen, ekstrak lada ini punya aktivitas antimikrobial yang artinya bahan tersebut mampu menekan hingga mengeliminasi pertumbuhan mikroba pada suatu objek. Kombinasi ketiga bahan tersebut dikenal sebagai pengawet/preservatif alami, bernama EURO-Napre (sumber).

Bahan-Bahan yang Harus Diperhatikan

Bagi kalian yang kulitnya sensitif dengan wewangian, toner ini mengandung pewangi. Pewangi ini tidak berada pada urutan awal dari komposisi bahan. Menurutku, wangi dari toner ini cukup lembut dan lumayan mengingatkanku dengan aroma bedak floral.

Informasi Tambahan

Kemasan

Secret Key Milk Brightening Toner - Tampak Depan

Botol toner ini berbahan plastik. Sayangnya, tulisan pada kemasannya tidak terlalu jelas karena warna font putih dan background yang berwarna biru terang. Selain itu, keterangan komposisi bahan tertulis dalam hangul. Jadi, agak menyulitkan bagi aku yang selalu cek komposisi bahan yang digunakan.

Tekstur Produk

Toner ini cepat menyerap dan tidak meninggalkan kesan kesat atau pun lengket setelah diusapkan dengan kapas pada wajah.

Period After Opening

Toner ini memiliki masa pemakaian selama 12 bulan setelah dibuka.

Produk yang Dipakai Sebelumnya

Sebelumnya, aku menggunakan The Body Shop Aloe Calming Toner.

Cara Penggunaan

Seperti biasa, aku menggunakan toner setelah selesai membersihkan wajah dengan facial cleanser.

Lama Penggunaan

Aku menggunakan toner ini dari bulan November 2018 – Februari 2019.

Efek Setelah Penggunaan

Untuk setiap jenis toner yang aku gunakan, aku ngga berharap banyak bahwa toner yang kupakai akan memberikan hasil/efek tertentu. Kenapa? Karena aku paham bahwa fungsi utama toner yaitu untuk mengembalikan kelembaban dan menyeimbangkan pH kulit wajah setelah mencuci wajah.

Aku merasa toner ini cukup baik memberikan efek segar dan kesan lembab kembali ke wajah setelah dibersihkan. Tidak ada efek lainnya yang terasa atau tampak setelah penggunaan toner ini dalam jangka waktu 4 bulan. Tiga klaim yang dijanjikan toner ini yaitu mencerahkan, melembabkan, dan mengangkat sel-sel kulit mati. Selain efek lembab, aku ngga merasakan kedua efek lainnya. Aku ngga bisa bilang bahwa kedua klaim tersebut tidak bekerja karena aku ngga mengalami kendala kulit yang tampak kusam. Bisa jadi kedua klaim tersebut bekerja tapi aku tidak terlalu bisa memperhatikan perbedaannya karena kondisi kulitku tidak kusam.

Aroma wangi dari toner ini pun juga ngga terlalu menggangguku, tapi aku ngga bisa bilang kalau aku cukup nyaman dengan produk skincare yang memiliki wangi yang cukup kentara, ya.

Kesimpulan

Apakah sesuai dengan klaim atau manfaat yang dijanjikan?
Tiga klaim yang dijanjikan toner ini yaitu mencerahkan, melembabkan, dan mengangkat sel-sel kulit mati. Dari pengalamanku menggunakan toner ini, aku setuju untuk efek pelembaban yang diklaim toner ini.

Apakah produk yang digunakan menyebabkan reaksi tertentu?
Tidak. 🙂

Bakal beli lagi apa ngga?
Tidak, kecuali Secret Key terpikir untuk mengurangi kandungan pewangi dalam tonernya?

Beli Dimana dan Harganya Berapa?

Aku beli toner ini di Watson’s Botani Square Bogor. Toner berukuran 248 ml ini dibandrol dengan harga Rp 139.000,00. Selain beli di toko offline, kalian juga bisa kok menemukan toner ini di toko-toko online resmi seperti Watson’s dan Sociolla. Tautan-tautan itu otomatis bakal mengantarkan kalian ke laman produk toner Secret Key ini kok. Jadi, ngga perlu repot lagi mencarinya hehe.

Nah, sekian dulu ulasan toner Secret Key Milk Brightening Toner ini. Kalau ada tanggapan atau pertanyaan terkait toner ini, kalian bisa tinggalkan pesan di kolom komentar ya. Semoga ulasan ini membantu kalian yang tertarik untuk mencoba toner ini.

See you on the next post!

 

You may also like...

1 Comment

  1. […] baca ulasanku tentang Secret Key di sini? Kali ini, aku ingin mengulas toner yang kubeli karena… aku kelupaan bawa toner saat sedang […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.